Cek Jadwal Tinjauan Indeks MSCI hingga 2028
MSCI merilis delapan tanggal tinjauan indeks mendatang, dimulai dari November 2026 hingga Agustus 2028, sebagai acuan bagi investor global.

Periskop.id - MSCI mengumumkan delapan tanggal tinjauan indeks berikutnya yang akan berlangsung hingga tahun 2028. Penyedia alat dan layanan pendukung keputusan bagi komunitas investasi global itu merilis jadwal tersebut dalam keterangan tertulis pada Kamis pagi waktu Indonesia (13/8).
Tinjauan indeks terdekat akan digelar pada November 2026. Setelah itu, MSCI telah menyusun rangkaian tinjauan rutin lain sampai pertengahan 2028.
Untuk periode November 2026, tanggal pengumuman ditetapkan pada 11 November 2026, dengan tanggal efektif berlaku mulai 1 Desember 2026. Jadwal ini menjadi tinjauan indeks pertama yang akan dijalani pasar setelah pengumuman terbaru.
Memasuki 2027, MSCI menjadwalkan empat tinjauan indeks. Tinjauan Februari 2027 diumumkan pada 9 Februari dengan tanggal efektif 1 Maret 2027.
Tinjauan Mei 2027 akan diumumkan pada 10 Mei, berlaku efektif 28 Mei 2027. Selanjutnya, tinjauan Agustus 2027 diumumkan 12 Agustus dengan tanggal efektif 1 September 2027.
Tinjauan indeks terakhir di 2027 dijadwalkan pada November, dengan pengumuman 11 November dan berlaku efektif mulai 1 Desember 2027.
Jadwal berlanjut ke 2028. Tinjauan Februari 2028 diumumkan 10 Februari dengan tanggal efektif 1 Maret 2028, sementara tinjauan Mei 2028 diumumkan 11 Mei dan efektif berlaku 1 Juni 2028.
Tinjauan Agustus 2028 menjadi jadwal paling akhir dalam pengumuman ini. Tanggal pengumumannya jatuh pada 14 Agustus 2028, dengan tanggal efektif mulai 1 September 2028.
MSCI menjelaskan, tanggal untuk delapan tinjauan indeks rutin berikutnya akan selalu disampaikan setiap kali pelaksanaan tinjauan indeks rutin berlangsung. Lembaga itu juga menegaskan berhak mengubah tanggal-tanggal tersebut sewaktu-waktu.
Setiap perubahan jadwal, menurut MSCI, akan disampaikan kepada seluruh klien secara bersamaan dengan tenggang waktu yang memadai. Hal ini dilakukan agar pelaku pasar punya waktu cukup untuk menyesuaikan strategi investasi mereka.
Hasil tinjauan indeks MSCI kerap berdampak langsung ke saham-saham Indonesia. Pada tinjauan sebelumnya, saham GoTo (GOTO) tercatat terdepak dari indeks MSCI Indonesia akibat likuiditas yang anjlok, sementara saham Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) mengalami penurunan kelas dalam indeks yang sama.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Morgan Stanley Capital International (MSCI), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN), dan Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan mengeklik tautan.




Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.