iklan periskop
Pendidikan

Kemendikdasmen dan Mitra Susun Rencana Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun

Kemendikdasmen dan mitra susun Rencana Tindak Lanjut untuk program wajib belajar 13 tahun. Langkah ini diharapkan mampu wujudkan pendidikan berkualitas.

11 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Kemendikdasmen dan Mitra Susun Rencana Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto. Foto/Dokumentasi: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama berbagai mitra strategis menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk mempercepat program prioritas, termasuk wajib belajar 13 tahun yang tertuang dalam RPJMN 2025-2029.

Dilansir dari Antara, Selasa (19/8), Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan mitra seperti LP Ma’arif NU, UNICEF, PP Muhammadiyah, PP Aisyiyah, dan lainnya sejak awal 2025.

"Ditjen PAUD Dasmen senantiasa terbuka atas partisipasi seluruh mitra pendidikan untuk bersama-sama mempercepat implementasi program prioritas. Hanya dengan gotong royong, pendidikan bermutu untuk semua bisa benar-benar terwujud,” kata Gogot Suharwoto di Jakarta.

Mitra-mitra ini menyatakan komitmennya untuk mendukung berbagai program, mulai dari revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, penguatan karakter, hingga program makan bergizi gratis. Kerja sama ini menghasilkan RTL yang disepakati pada Juni 2025.

Melalui RTL ini, para mitra bersepakat untuk meluncurkan berbagai inisiatif. Di antaranya adalah program wajib belajar 1 tahun prasekolah yang diusung oleh Muslimat NU, PP Aisyiyah, Badan Koordinasi Pendidikan Buddhis Indonesia, dan Majelis Pendidikan Kristen Indonesia (MPKI). Selain itu, ada juga promosi transisi PAUD ke SD yang lebih menyenangkan.

Lembaga pelatihan juga turut berpartisipasi dengan mendukung penguatan kapasitas digital, seperti pelatihan koding dan kecerdasan artifisial. Sementara itu, Save the Children, INOVASI, dan UNICEF menginisiasi program lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Sebagai tindak lanjut, Ditjen PAUD Dasmen akan menandatangani Nota Kesepahaman (NK) dengan para mitra terkait Layanan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Para mitra juga akan mendapatkan bimbingan teknis untuk memastikan program prioritas berjalan efektif.

Langkah ini menunjukkan komitmen Kemendikdasmen untuk membangun pendidikan Indonesia melalui kolaborasi luas, dengan harapan dapat menciptakan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Pendidikan Indonesia, Wajib belajar 13 tahun, dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.