Periskop.id - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan, kebijakan larangan siswa membawa sepeda motor ke sekolah tidak akan disamaratakan. Aturan tersebut hanya berlaku ketat bagi wilayah yang sudah memiliki akses angkutan umum yang memadai.
Langkah ini, diambil untuk memastikan aspek keadilan bagi pelajar di daerah terpencil yang masih minim fasilitas transportasi publik. Dengan begitu, kegiatan belajar mengajar tidak terhambat oleh kendala mobilitas.
"Larangan itu bagi daerah yang ada kendaraan umumnya. Jadi, yang tidak ada kendaraan umumnya boleh bawa (motor). Tetapi, yang masih ada kendaraan umumnya tidak diperbolehkan untuk bawa motor," ujar Dedi Mulyadi di Gedung Sate Bandung, Kamis (26/2).
Dedi menjelaskan, kebijakan ini bersifat adaptif dan menyesuaikan kondisi geografis serta ketersediaan infrastruktur di setiap daerah di Jawa Barat. Sebagai solusi jangka panjang bagi wilayah sulit akses, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah mengkaji penyediaan angkutan pelajar khusus.
"Kami lagi kaji, terutama di daerah-daerah terpencil. Kami akan menyiapkan mobil bersubsidi dari Pemprov Jabar," tuturnya.
Sementara itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat memastikan, aturan mengenai kedisiplinan siswa ini akan mulai diberlakukan secara resmi pada tahun ajaran baru 2026/2027. Kebijakan ini tidak hanya mengatur soal kendaraan, tetapi juga mencakup larangan penggunaan knalpot bising (brong) hingga konsumsi minuman keras.
Kepala Disdik Jabar Purwanto menjelaskan, integritas kebijakan ini akan diperkuat melalui komitmen hitam di atas putih. Pihaknya menyiapkan surat pernyataan bermeterai yang wajib ditandatangani oleh tiga pihak utama: sekolah, orang tua, dan peserta didik.
"Kami akan lakukan itu pada tahun ajaran baru 2026-2027. Akan ada surat pernyataan yang harus ditandatangani sekolah, orang tua, dan siswa," kata Purwanto.
Pemberlakuan pada tahun ajaran baru, disebut Pemprov Jabar, sengaja dipilih agar pihak sekolah memiliki waktu yang cukup untuk melakukan sosialisasi. Termasuk mempersiapkan instrumen pengawasan di lingkungan masing-masing.
Tinggalkan Komentar
Komentar