Polri Kirim Tim SAR dan K-9 Cari Korban Gempa NTT
Polri mengerahkan puluhan personel, anjing pelacak, hingga helikopter untuk membantu pencarian korban gempa di Nusa Tenggara Timur.

Periskop.id - Polri mengirimkan tim SAR dari Direktorat Polisi Satwa Korps Sabhara Baharkam Polri untuk membantu pencarian korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 21 personel diberangkatkan bersama 10 ekor anjing pelacak K-9.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menyebutkan, tim tersebut memiliki kompetensi khusus dalam pencarian korban bencana. Rombongan juga membawa peralatan pendukung serta bantuan logistik dengan bobot total sekitar 2,5 ton.
"Khusus untuk kompetensi SAR dari Direktorat Polisi Satwa, kami memberangkatkan 21 personel beserta 10 ekor anjing K-9 yang memiliki kompetensi untuk melakukan pencarian korban," kata Trunoyudo dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu.
Logistik yang dikirim mencakup obat-obatan, tenda lapangan, makanan, hingga kebutuhan khusus kelompok rentan. Polri turut menyertakan berbagai perlengkapan pendukung lain untuk operasi di lapangan.
Selain logistik dasar, sebanyak 10 unit Wi-Fi portable juga diterjunkan untuk mengatasi kendala komunikasi di wilayah terdampak. Alat ini diharapkan mempercepat arus informasi dari lokasi bencana.
"Komunikasi menjadi sangat penting di sana. Ketika komunikasi dapat terjangkau, informasi mengenai kondisi di lapangan juga akan diperoleh dengan lebih cepat," katanya.
Trunoyudo menekankan, kecepatan menjadi faktor krusial dalam proses pencarian dan penyelamatan korban. Tim yang diberangkatkan bakal segera berkoordinasi dengan Polda NTT untuk membagi tugas dan menentukan wilayah prioritas penanganan.
Kabupaten Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur menjadi fokus awal proses mitigasi dan pencarian korban. Meski begitu, penyaluran bantuan akan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan riil di lapangan.
Tim SAR dan bantuan diterbangkan memakai pesawat Polisi Udara Polri dari Bandar Udara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, menuju Labuan Bajo. Perjalanan tersebut diperkirakan memakan waktu sekitar tiga jam, dengan selisih waktu satu jam lebih awal di wilayah WITA.
Polri turut menyiapkan tiga unit helikopter AW169 untuk mendukung distribusi bantuan, terutama ke wilayah terisolasi atau yang aksesnya terbatas akibat bencana. Sementara itu, pesawat CASA Polri yang sudah berada di NTT sejak sebelum gempa dimanfaatkan untuk mempercepat mobilitas menuju berbagai daerah, termasuk Labuan Bajo.
Trunoyudo memastikan pengiriman bantuan akan berlanjut berdasarkan hasil kurasi kebutuhan di lapangan. Pengiriman berikutnya direncanakan berlangsung pada Senin (17/8) dan hari-hari selanjutnya sesuai kebutuhan prioritas.
"Bantuan ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Data kebutuhan akan terus kami terima dan kemudian akan kami kirimkan kembali," pungkas Trunoyudo.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dan Gempa NTT dengan mengeklik tautan.





Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.