Periskop.id - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom mencatat laba bersih sebesar Rp17,8 triliun sepanjang tahun buku 2025. Capaian ini diraih di tengah tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital dan internet nasional.
Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan bisnis data, ekspansi infrastruktur digital, hingga transformasi bisnis perusahaan melalui strategi TLKM 30. Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan perusahaan berhasil menjaga performa bisnis tetap stabil meski industri telekomunikasi menghadapi persaingan yang semakin ketat.
“Sepanjang tahun 2025 Telkom telah berhasil menjaga kinerja yang stabil berkat strategi transformasi TLKM 30,” kata Dian Siswarini dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (12/5).
Secara keseluruhan, Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp146,7 triliun sepanjang 2025. Dari sisi profitabilitas, perusahaan mencatat EBITDA konsolidasi sebesar Rp72,2 triliun dengan margin EBITDA mencapai 49,2%.
Sementara itu, normalized EBITDA tercatat Rp73,2 triliun dengan margin 49,9%. Telkom juga mencatat normalized net income sebesar Rp22,7 triliun dengan margin laba bersih 15,4%. Kinerja tersebut turut mendorong Total Shareholder Return (TSR) Telkom mencapai 35,7 % selama 2025, yang terdiri atas capital gain sebesar 28,4% dan dividend yield sebesar 7,3 %.
Menurut Dian, pasar memberikan respons positif terhadap strategi transformasi perusahaan yang dijalankan secara konsisten. Ia menambahkan, Telkom juga tetap menjaga kebijakan pengembalian nilai kepada pemegang saham melalui payout ratio sebesar 89 % untuk pembayaran tahun buku 2024 serta program buyback saham hingga Rp3 triliun yang berlangsung sampai Mei 2026.
Trafik Data Naik 15%
Segmen layanan konsumen atau B2C masih menjadi penopang utama bisnis TelkomGroup, terutama melalui Telkomsel. Sepanjang 2025, Telkomsel membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp109,2 triliun.
Lonjakan penggunaan layanan digital masyarakat juga terlihat dari pertumbuhan trafik data yang meningkat 15% secara tahunan. Peningkatan konsumsi internet dipicu semakin luasnya penggunaan layanan streaming, media sosial, cloud, video conference, hingga kebutuhan digitalisasi bisnis dan pendidikan.
Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) sebelumnya menunjukkan penetrasi internet nasional terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir dan telah menjangkau lebih dari 79% populasi Indonesia.
Di segmen B2B Infrastructure, TelkomGroup terus memperkuat pembangunan infrastruktur digital nasional. Perusahaan saat ini memiliki jaringan backbone serat optik lebih dari 210 ribu kilometer yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Selain itu, Telkom juga memperluas bisnis data center, layanan cloud, menara telekomunikasi, hingga konektivitas satelit untuk menjangkau wilayah blank spot dan daerah terpencil. Pendapatan dari segmen B2B Infrastructure tercatat sebesar Rp8,9 triliun atau tumbuh 9,2 % secara tahunan.
Pertumbuhan tersebut terutama didorong ekspansi bisnis data center dan pengembangan jaringan fiber optic. “Lewat strategi TLKM 30, Telkom memantapkan arah transformasi yang lebih terstruktur untuk mengakselerasi terwujudnya visi sebagai penggerak ekosistem digital nasional yang berdaya saing global, sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Sementara itu, untuk mendukung ekspansi bisnis digital, Telkom merealisasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp27,5 triliun sepanjang 2025. Nilai tersebut setara 18,8 % dari total pendapatan perusahaan.
Investasi difokuskan untuk memperkuat jaringan fiber, data center, cloud computing, serta infrastruktur pendukung layanan digital lainnya. Langkah itu dinilai penting untuk menjaga daya saing Telkom di tengah percepatan transformasi digital nasional dan meningkatnya kebutuhan konektivitas internet di Indonesia.
“Ke depan, Telkom akan terus melangkah dengan arah yang lebih terstruktur untuk menghadirkan kinerja yang semakin solid serta memberikan manfaat optimal bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Dian.
Tinggalkan Komentar
Komentar