Periskop.id - Jepang harus puas berbagi angka dengan Swedia pada pertandingan terakhir Grup F Piala Dunia 2026. Duel yang berlangsung di Dallas Stadium atau AT&T Stadium, Arlington, Texas, Amerika Serikat, Jumat (26/6/2026) pagi WIB, berakhir dengan skor 1-1.

Hasil ini tetap cukup untuk membawa kedua tim melanjutkan perjalanan ke fase gugur. Jepang finis di posisi kedua Grup F dengan lima poin, berada di bawah Belanda yang mengunci puncak klasemen dengan tujuh poin setelah menang 3-1 atas Tunisia pada laga lain.

Swedia menutup fase grup di urutan ketiga dengan empat poin. Meski gagal menyalip Jepang, tambahan satu angka membuat tim asuhan Graham Potter tetap lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.

Laga ini menjadi duel yang sangat menentukan. Jepang datang dengan posisi lebih aman karena hanya membutuhkan hasil imbang untuk lolos. Sebaliknya, Swedia berada dalam tekanan setelah sebelumnya dihajar Belanda 1-5 sehingga membutuhkan poin tambahan agar tidak bergantung terlalu lama pada hasil grup lain.

Pertandingan berjalan ketat sejak menit awal. Swedia mencoba mengambil inisiatif lebih dulu dengan menekan lini belakang Jepang. Ancaman awal datang dari Alexander Bernhardsson pada menit keenam melalui sepakan dari luar kotak penalti, tetapi bola masih bisa diamankan kiper Jepang, Zion Suzuki.

Jepang memilih bermain lebih sabar. Tim asuhan Hajime Moriyasu tidak langsung memaksakan tekanan tinggi, melainkan menunggu momen untuk keluar menyerang lewat kombinasi cepat dari sisi sayap dan lini tengah.

Ritsu Doan, Daichi Kamada, dan Daizen Maeda beberapa kali berupaya membuka ruang di pertahanan Swedia. Namun, organisasi pertahanan Swedia masih cukup rapat untuk memutus aliran bola Jepang di sepertiga akhir lapangan.

Babak pertama berlangsung minim peluang bersih. Kedua tim sama-sama berhati-hati karena satu kesalahan bisa mengubah peta kelolosan. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Jepang tampil lebih agresif. Samurai Biru mulai berani menaikkan garis tekanan dan mencoba menguasai tempo permainan. Pendekatan itu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-56.

Gol Jepang lahir dari serangan yang dibangun rapi. Ritsu Doan bergerak dari sisi kanan dan mengirim bola ke ruang kosong di antara bek-bek Swedia. Daizen Maeda lolos dari kawalan, menerima umpan tersebut, lalu menyelesaikannya dengan tenang ke gawang Jacob Widell Zetterstrom.

Gol itu membuat Jepang unggul 1-0 dan berada dalam posisi sangat nyaman untuk lolos sebagai runner-up grup. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama.

Swedia Samakan Kedudukan

Swedia merespons hanya enam menit kemudian. Anthony Elanga menjadi penyelamat Blagult lewat tembakan kaki kiri dari luar kotak penalti. Bola melengkung melewati barisan pertahanan Jepang dan mengarah ke gawang tanpa mampu dijangkau Zion Suzuki. Skor berubah menjadi 1-1 pada menit ke-62.

Gol Elanga menghidupkan kembali harapan Swedia. Setelah menyamakan kedudukan, Swedia mulai lebih percaya diri menekan. Alexander Isak dan Viktor Gyokeres beberapa kali mencoba mencari ruang di lini belakang Jepang, tetapi Suzuki tampil sigap menjaga gawangnya.

Reuters mencatat Suzuki sempat melakukan penyelamatan penting untuk menjaga skor tetap imbang, termasuk ketika menggagalkan peluang Alexander Isak. Peran kiper Jepang itu menjadi salah satu faktor penting yang membuat Samurai Biru tetap bertahan di posisi kedua klasemen akhir Grup F.

Jepang juga masih punya peluang untuk kembali memimpin. Koki Ogawa sempat mendapat kesempatan di depan gawang setelah menerima umpan silang Daichi Kamada, tetapi penyelesaiannya belum mengarah tepat ke sasaran.

Menjelang akhir pertandingan, Swedia lebih banyak menekan. Jepang memilih lebih disiplin menjaga struktur pertahanan dan tidak terlalu terbuka. Strategi itu cukup efektif untuk meredam tekanan lawan hingga peluit panjang berbunyi.

Skor 1-1 akhirnya bertahan sampai laga tuntas. Jepang lolos ke babak 32 besar sebagai runner-up Grup F dan dijadwalkan menghadapi Brasil pada fase gugur. Swedia juga melanjutkan kiprah mereka setelah mengamankan satu tempat dari jalur peringkat ketiga terbaik.

Hasil ini sekaligus mempertegas konsistensi Jepang di Grup F. Samurai Biru tidak terkalahkan dalam tiga laga, dengan catatan satu kemenangan dan dua hasil imbang. Sebelum menahan Swedia, Jepang sempat bermain imbang 2-2 melawan Belanda dan menang telak 4-0 atas Tunisia.

Kerja Kolektif Jadi Kunci

Sebelumnya, pelatih Hajime Moriyasu sempat menekankan pentingnya kesiapan dan agresivitas timnya. "Kami melakukan persiapan dengan baik sesuai dengan apa yang ingin kami lakukan dan bermain secara agresif," kata Moriyasu setelah Jepang menang 4-0 atas Tunisia, dikutip dari laman resmi FIFA.

Moriyasu juga menyebut kerja kolektif sebagai salah satu kunci performa Jepang di Grup F.

"Selama masa persiapan, staf pelatih menjelaskan dengan sangat jelas apa yang harus kami lakukan, sehingga para pemain mampu menampilkan kemampuan terbaik mereka di lapangan," ucap Moriyasu.

Pernyataan itu tercermin dalam laga melawan Swedia. Jepang tidak tampil meledak-ledak sepanjang pertandingan, tetapi tetap terorganisasi, sabar, dan mampu memanfaatkan peluang ketika mendapatkan ruang.

Dari kubu Swedia, hasil imbang ini menjadi respons penting setelah kekalahan telak dari Belanda. Anthony Elanga, yang mencetak gol penyeimbang, mengaku puas karena golnya membantu Swedia bertahan di turnamen.

Format baru Piala Dunia 2026 membuat posisi ketiga masih bisa membuka jalan ke fase gugur. Turnamen edisi ini diikuti 48 tim yang terbagi ke dalam 12 grup. Dua tim teratas dari setiap grup lolos otomatis, sedangkan delapan tim peringkat ketiga terbaik ikut melaju ke babak 32 besar.

Bagi Jepang, hasil imbang ini menjaga ambisi untuk melampaui pencapaian terbaik mereka di Piala Dunia. Samurai Biru sebelumnya beberapa kali mencapai babak 16 besar, tetapi belum pernah menembus perempat final.

Sementara bagi Swedia, hasil 1-1 melawan Jepang menjadi penyelamat setelah perjalanan mereka di fase grup berjalan naik turun. Mereka sempat menang besar atas Tunisia, lalu kalah telak dari Belanda, sebelum akhirnya memastikan tiket 32 besar lewat hasil imbang melawan Jepang.

Susunan Pemain

Jepang: Zion Suzuki; Ayumu Seko, Ko Itakura, Hiroki Ito; Yukinari Sugawara, Daichi Kamada, Ao Tanaka, Keito Nakamura, Ritsu Doan, Ayase Ueda, Daizen Maeda.

Swedia: Jacob Widell Zetterstrom; Gustaf Lagerbielke, Isak Hien, Victor Lindelof, Alexander Bernhardsson, Elliot Stroud, Yasin Ayari, Gabriel Gudmundsson, Anthony Elanga, Viktor Gyokeres, Alexander Isak.