periskop.id - Pelatih timnas Jepang Hajime Moriyasu mengekspresikan rasa kecewanya yang mendalam setelah langkah anak asuhnya terhenti lebih cepat usai kalah dari Brasil 2-1. Ia sangat menyesalkan kegagalan skuad Samurai Biru untuk melangkah lebih jauh pada ajang Piala Dunia 2026.

Menurutnya, kekalahan ini terasa begitu menyesakkan karena terjadi pada fase awal babak gugur. Meski begitu, ia tetap mengapresiasi kerja keras skuadnya yang dinilai telah berjuang habis-habisan di lapangan.

"Saya sangat kecewa karena kami harus meninggalkan turnamen ini pada tahap ini. Namun, para pemain telah memberikan segalanya hari ini, sama seperti yang mereka lakukan sepanjang perjalanan hingga mencapai babak ini," kata Moriyasu yang dilansir laman resmi FIFA di Houston Stadium, Amerika Serikat pada Selasa WIB.

Ia menyebutkan bahwa performa tim di atas lapangan sebenarnya sudah sangat luar biasa. Namun, hasil akhir di papan skor berkata lain bagi timnya.

Jepang sendiri sejatinya sempat membuka harapan besar lewat performa apik sejak menit awal. Keunggulan tersebut didapatkan setelah Kaishu Sano sukses menyarangkan bola ke gawang lawan pada babak pertama.

Sayangnya, keunggulan Samurai Biru tidak bertahan hingga peluit panjang berbunyi. Brasil secara tidak terduga berhasil membalikkan kedudukan lewat gol yang dilesakkan oleh Casemiro dan Gabriel Martinelli pada masa injury time.

Moriyasu juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran ofisial tim. Baginya, staf pelatih disebut telah bekerja keras tanpa kenal lelah demi menopang performa para pemain.

Kekalahan menyakitkan dari tim Samba ini otomatis menyudahi kiprah melelahkan Jepang di turnamen sepak bola terakbar sejagat tersebut. Sementara itu, Brasil dipastikan melaju ke babak 16 besar untuk menantang pemenang dari laga antara Pantai Gading melawan Norwegia.

"Saat ini saya benar-benar terpukul setelah memberikan semua yang kami miliki. Namun, saya ingin menerima hasil ini dan menjadikannya sebagai pelajaran agar kami bisa menjadi tim yang lebih kuat lagi," tutup Moriyasu.