Periskop.id - Arkhan Kaka mencuri perhatian ketika Indonesia All Stars menghadapi Aston Villa dalam laga pramusim di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu, 1 Agustus 2026. Penyerang berusia 18 tahun itu mencetak satu-satunya gol tuan rumah meski pertandingan berakhir dengan kemenangan 3-1 bagi Aston Villa.
Masuk sebagai pemain pengganti pada babak kedua, Kaka memperkecil ketertinggalan pada menit ke-83. Ia bergerak cepat menyambar bola muntah hasil tembakan Reno Salampessy yang tidak dapat diamankan dengan sempurna oleh kiper Aston Villa, James Wright.
Gol tersebut menjadi pengalaman penting bagi Kaka karena tercipta saat menghadapi juara Liga Europa 2025/2026. Aston Villa meraih gelar itu setelah mengalahkan Freiburg di final dan mengakhiri penantian 30 tahun untuk mendapatkan trofi utama.
"Ya saya sangat senang dan saya tidak berhenti di sini, saya akan bekerja keras terus, dan semoga ke depannya saya bisa lebih baik lagi," kata Kaka setelah pertandingan.
Arkhan Kaka Dapat Pelajaran dari Tyrone Mings
Selain mencetak gol, Kaka memperoleh kesempatan berduel dengan bek berpengalaman Aston Villa, Tyrone Mings. Keduanya sama-sama masuk pada babak kedua ketika pelatih Unai Emery melakukan sejumlah pergantian pemain.
Dengan tinggi badan 1,96 meter dan pengalaman panjang di sepak bola Inggris, Mings memberikan tantangan berbeda bagi Kaka. Penyerang muda tersebut menilai pertandingan melawan pemain Premier League dapat menjadi referensi untuk meningkatkan kualitasnya.
"Tyrone Mings dan yang teman-teman pemain Aston Villa itu pemain yang sangat-sangat berkualitas dari segala aspek. Apalagi saya yang masih muda, saya harus banyak belajar ke depannya dari mereka juga bagaimana cara bermain sepak bola dan itu menjadi pelajaran yang sangat berharga buat saya," kata dia.
Pelatih Indonesia All Stars Kurniawan Dwi Yulianto juga menilai gol ke gawang Aston Villa dapat meningkatkan kepercayaan diri Kaka. Terlebih, sang penyerang tetap berani bermain dan tidak terlihat gugup saat menghadapi barisan pertahanan lawan.
“Sebagai seorang striker tentu ini sangat berarti lah buat kepercayaan diri dia. Apalagi yang digolin adalah tim Aston Villa. Jadi mudah-mudahan akan menambah kepercayaan diri dia. Kualitas dia, bahwa sebenarnya dia punya kualitas. Dan di pertandingan tadi tidak nervous, tidak gugup, tetap percaya diri. Itu yang paling penting,” ucap Kurniawan.

Aston Villa Unggul Cepat
Aston Villa langsung menurunkan sejumlah pemain utamanya sejak awal pertandingan. Victor Lindelof dan Pau Torres mengisi lini belakang, sedangkan John McGinn, Ross Barkley, serta Emiliano Buendia mengendalikan sektor tengah. Alejandro Garnacho dan Evann Guessand ditempatkan di lini depan.
Tim tamu hanya membutuhkan tiga menit untuk membuka keunggulan. Pergerakan Kosta Nedeljovic dari sisi kanan diakhiri umpan tarik yang diselesaikan Buendia menjadi gol.
Indonesia All Stars sempat memiliki peluang menyamakan kedudukan pada menit ke-29. Namun, tembakan Hokky Caraka hanya membentur tiang gawang. Aston Villa kemudian menggandakan keunggulan melalui sepakan Barkley dari depan kotak penalti pada menit ke-45.
Pergantian pemain pada babak kedua tidak mengurangi dominasi klub asal Birmingham tersebut. Brian Madjo menambah gol pada menit ke-57 melalui sontekan dari jarak dekat sebelum Kaka membalas pada menit ke-83. Skor 3-1 bertahan hingga pertandingan selesai.
Persiapan Sehari, Indonesia All Stars Berani Melawan
Kurniawan mengapresiasi keberanian dan kepercayaan diri para pemain Indonesia All Stars. Menurutnya, para pemain dapat menjalankan rencana permainan meski hanya memiliki waktu persiapan sekitar satu hari.
“Sesuai dengan apa yang kita rencanakan dari awal, bahwa attitude para pemain sungguh luar biasa, mereka tidak under pressure, kemudian percaya diri. Itu yang paling penting, sehingga ini bagus untuk bekal mereka. Mereka bermain dengan tim, tetapi berani menunjukkan kualitasnya,” kata Kurniawan.
Indonesia All Stars berusaha menjaga permainan sebagai satu kesatuan, terutama ketika mengantisipasi pergerakan Garnacho. Pemain terdekat diminta menutup ruang dan memberikan perlindungan saat rekannya menghadapi pemain sayap tersebut.
Kurniawan menilai para pemainnya mampu memberikan perlawanan, baik ketika menyerang maupun bertahan. Namun, ia juga menyoroti cedera bahu yang dialami Jordi Wehrmann dalam pertandingan tersebut. Kondisi gelandang Madura United itu masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Unai Emery Puji Permainan Indonesia All Stars
Perlawanan tim tuan rumah turut mendapatkan apresiasi dari Unai Emery. Pelatih asal Spanyol itu menilai Indonesia All Stars menunjukkan organisasi permainan yang baik dan mampu bertahan secara disiplin.
“Kami mendapatkan ritme permainan yang kami butuhkan, sementara lawan juga menunjukkan kualitasnya. Mereka bermain baik dari sisi taktik dan bertahan dengan sangat baik. Secara keseluruhan, saya rasa ini adalah pertandingan yang sukses,” kata Emery.
Emery mengaku tidak terkejut dengan perkembangan sepak bola Indonesia. Sebelum pertandingan, ia telah menerima informasi dari sejumlah pelatih asal Spanyol yang bekerja di Indonesia mengenai peningkatan kualitas pemain dan kompetisi di dalam negeri.
“Pertandingan hari ini membuktikan hal itu. Mereka menunjukkan kualitas dan kemampuan individu yang baik. Mereka bermain dengan organisasi yang rapi, dan level permainan yang mereka tampilkan saat menghadapi kami sangat mengesankan,” katanya.
Kemenangan di Jakarta menjadi hasil positif kedua Aston Villa dalam rangkaian pramusim 2026. Sebelumnya, mereka menang 5-0 atas Walsall, kemudian kalah 1-2 dari Porto dan 2-4 dari Real Sociedad.
Setelah meninggalkan Indonesia, Aston Villa dijadwalkan melanjutkan tur Asia dengan menghadapi BG Pathum United di Thailand pada 4 Agustus dan Bayern Muenchen di Hong Kong pada 7 Agustus 2026.
Bagi Indonesia All Stars, hasil akhir bukan satu-satunya catatan penting. Gol Kaka serta pujian dari Emery memperlihatkan pemain muda Indonesia mampu bermain percaya diri ketika mendapat kesempatan menguji kemampuan melawan klub dan pemain dengan pengalaman di level tertinggi Eropa.
Tinggalkan Komentar
Komentar