iklan periskop
Teknologi

Hacker Korut Kembangkan AI untuk Lakukan Serangan Siber Otomatis

Kelompok peretas Kimsuky asal Korea Utara dilaporkan memanfaatkan teknologi AI lokal dan otomatisasi untuk mempercanggih serangan siber dan analisis data.

13 jam yang lalu · 2 mnt baca
Hacker Korut Kembangkan AI untuk Lakukan Serangan Siber Otomatis
Ilustrasi seorang hacker sedang melancarkan serangan. (Foto: Pexels)
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Kelompok peretas Kimsuky yang terafiliasi dengan pemerintah Korea Utara (Korut) dilaporkan mulai memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mempercanggih aksi siber mereka.

Organisasi ini diketahui merancang model kecerdasan buatan berbasis large language model serta menyiapkan perangkat lunak otomatisasi serangan.

Perusahaan keamanan siber asal Korea Selatan, Genians, mengungkapkan bahwa kelompok tersebut mengoperasikan berbagai model kecerdasan buatan secara lokal pada infrastruktur mereka.

Menurut Genians, pemanfaatan sistem lokal ini bertujuan untuk mengolah data curian sekaligus mengeksekusi aksi phishing.

"Peranti-peranti ini memungkinkan para peretas untuk memproses berbagai dokumen tanpa perlu mengirimkan informasi sensitif ke layanan AI pihak luar," ujar pihak Genians dalam keterangannya, Selasa (11/8).

Pihaknya menambahkan, beberapa perangkat lunak yang dioperasikan Kimsuky mencakup platform Ollama, GPT4All, Msty, hingga teknologi Retrieval-Augmented Generation.

Selain itu, kerangka kerja agen AI, pengubah suara ke teks, dan peranti pemrogram Cursor turut ditemukan pada infrastruktur peretas.

Genians menilai, langkah tersebut membuktikan bahwa Kimsuky tidak sekadar memanfaatkan AI generatif untuk membuat materi umpan phishing.

Menurut lembaga itu, kelompok peretas tersebut telah membangun kapasitas integrasi AI untuk pengembangan malware, analisis data, serta otomatisasi operasi peretasan.

Sejumlah dokumen umpan bertema keuangan serta mata uang kripto juga dinilai berhasil dibuat menggunakan bantuan teknologi AI.

Laporan tersebut menjelaskan bahwa dokumen palsu tersebut dirancang sangat mirip dengan laporan investasi resmi maupun berkas kerja formal.

Meskipun demikian, seluruh temuan teknis yang dipaparkan oleh Genians disebutkan belum melewati proses verifikasi secara independen.

Sebagai informasi, otoritas Amerika Serikat dan Korea Selatan telah lama memantau pergerakan unit siber rezim Pyongyang tersebut.

Menurut para pakar keamanan, Korea Utara konsisten mengandalkan unit siber negara untuk spionase, pencurian data, dan pengumpulan dana ilegal.

Departemen Keuangan Amerika Serikat sendiri telah menjatuhkan sanksi resmi terhadap kelompok Kimsuky sejak tahun 2023 lalu.

Lembaga tersebut memvonis Kimsuky sebagai unit intelijen siber yang dikendalikan penuh oleh pemerintah Korea Utara demi mendukung agenda strategis Pyongyang.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Korea Utara, dan AI dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.