iklan periskop
Teknologi

Google Beli Data Spirit Airlines Rp178 Miliar untuk Latih AI

Spirit Airlines yang bangkrut menjual data internal perusahaannya ke Google senilai US$10 juta. Data itu bakal dipakai untuk melatih model kecerdasan buatan.

1 minggu yang lalu · 2 mnt baca
Google Drive Diperkuat AI untuk Hentikan Serangan Ransomware
Logo Google. Unsplash
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Google mengakuisisi data internal milik Spirit Airlines, maskapai berbiaya rendah asal Amerika Serikat, senilai US$10 juta atau setara Rp178,36 miliar dengan asumsi kurs Rp17.836. Data tersebut rencananya dipakai untuk mengembangkan produk sekaligus melatih model kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) milik Google.

Spirit Airlines dinyatakan bangkrut setelah dewan direksi perusahaan dan para kreditur utama gagal mencapai kesepakatan soal rencana dana talangan dari pemerintah AS. Reuters melaporkan, kondisi ini yang akhirnya mendorong maskapai tersebut melego aset digitalnya lewat proses kepailitan.

Data yang diakuisisi Google mencakup email karyawan Spirit Airlines, pesan Microsoft Teams, spreadsheet, hingga data pemasaran, produktivitas, dan operasional perusahaan.

Seluruh data itu bakal melalui proses penghapusan identitas atau de-identifikasi terlebih dahulu sebelum transaksi penjualan rampung. Dengan begitu, data yang berpindah tangan ke Google dipastikan tidak memuat informasi pelanggan maupun data yang bisa mengidentifikasi seseorang secara pribadi.

Persetujuan atas rencana penjualan data ini masih menunggu keputusan hakim kepailitan AS dalam sidang pengadilan yang digelar Rabu.

Selain tawaran dari Google, Spirit Airlines juga sempat menerima penawaran dari Mercor, perusahaan yang bergerak di bidang data AI, senilai US$7,5 juta. Nilai tawaran Mercor ini lebih rendah dibanding yang diajukan Google.

Penjualan aset digital tersebut merupakan bagian dari proses kepailitan Spirit Airlines usai maskapai ini menghentikan seluruh operasionalnya pada Mei. Beban utang yang menumpuk serta tingginya biaya bahan bakar disebut menjadi pemicu utama kolapsnya bisnis penerbangan tersebut.

Sebelum benar-benar bangkrut, pemerintahan Donald Trump sempat mengusulkan bantuan dana senilai US$500 juta untuk menyelamatkan Spirit Airlines dari kebangkrutan. Usulan ini tetap diajukan meski ditentang sejumlah penasihat presiden dan mayoritas anggota Partai Republik di Kongres.

Salah satu penentang paling keras rencana penyelamatan itu datang dari Ken Griffin's Citadel, hedge fund besar yang memegang surat utang Spirit dalam jumlah signifikan.

Para penentang di Kongres maupun kreditur menilai syarat bantuan yang memungkinkan pemerintah menguasai hingga 90% ekuitas perusahaan justru berisiko menggerus nilai investasi mereka jika Spirit pada akhirnya tetap gagal beroperasi.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai google, Artificial Intelligence, dan AI dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.