iklan periskop
Artikel

Nggak Nyangka Se-Relate Ini, BPS Ungkap Data yang ‘Indonesia Banget’

Data BPS ungkap potret keseharian warga RI 2025, dari makan nasi, cabai, tahu tempe, hajatan, hingga punya motor.

1 minggu yang lalu · 4 mnt baca
Nggak Nyangka Se-Relate Ini, Data BPS Ungkap Data yang ‘Indonesia Banget’
Ilustrasi - Orang Indonesia. Foto: Sinetron SCTV "Kiamat Sudah Dekat", diedit oleh AI.
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis sejumlah data yang menggambarkan potret keseharian masyarakat Indonesia pada 2025. 

Data ini menunjukkan berbagai kebiasaan yang sangat dekat dengan kehidupan sehari hari, mulai dari konsumsi makanan pokok, selera pedas, tradisi sosial, aktivitas keagamaan, kepemilikan kendaraan, hingga kebiasaan mengobati diri sendiri.

Nasi Masih Jadi Makanan Utama

Salah satu temuan paling menonjol adalah konsumsi beras yang masih sangat dominan di rumah tangga Indonesia. Berdasarkan data BPS, sebanyak 99,22% rumah tangga di Indonesia mengonsumsi beras dalam seminggu terakhir pada 2025. Beras yang dimaksud mencakup beras lokal, beras premium, maupun beras impor.

Temuan ini menggambarkan kuatnya posisi beras dalam pola konsumsi masyarakat, baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan.

Konsumsi beras yang sangat tinggi juga menunjukkan bahwa makanan pokok ini masih sulit tergantikan dalam keseharian masyarakat. Meski ragam pangan semakin banyak dan pola makan masyarakat terus berubah, nasi tetap menjadi bagian penting dalam menu harian sebagian besar keluarga Indonesia.

Pedas Tetap Jadi Selera Banyak Rumah Tangga

Selain nasi, BPS juga mencatat kebiasaan masyarakat dalam mengonsumsi cabai rawit. Sebanyak 79,94% rumah tangga di Indonesia mengonsumsi cabai rawit dalam seminggu terakhir pada 2025.

Data ini menunjukkan bahwa rasa pedas masih menjadi bagian kuat dalam budaya makan masyarakat Indonesia. Cabai rawit tidak hanya menjadi pelengkap makanan, tetapi juga sering dianggap sebagai unsur penting dalam berbagai hidangan rumahan.

Tahu dan Tempe Tetap Dekat dengan Meja Makan

BPS juga mencatat tingginya konsumsi tahu dan tempe di rumah tangga Indonesia. Sebanyak 82,93% rumah tangga mengonsumsi tahu dalam seminggu terakhir pada 2025. Sementara itu, konsumsi tempe sedikit lebih tinggi, yaitu 84,48% rumah tangga.

Tingginya angka konsumsi tahu dan tempe memperlihatkan bahwa dua bahan pangan berbasis kedelai ini masih menjadi pilihan populer masyarakat. Selain mudah ditemukan, tahu dan tempe juga dikenal sebagai makanan yang relatif terjangkau dan fleksibel untuk diolah menjadi berbagai jenis masakan.

Hajatan Masih Jadi Bagian Kuat dari Kehidupan Sosial

Dalam aspek sosial dan budaya, BPS mencatat sebanyak 90,85% rumah tangga di Indonesia menyelenggarakan dan atau menghadiri upacara adat atau tradisi dalam tiga bulan terakhir pada 2025.

Kegiatan tersebut mencakup berbagai acara, seperti kelahiran, sunatan, perkawinan, kematian, seremoni keagamaan, panen, serta acara adat atau tradisi lainnya. Angka ini menunjukkan bahwa hajatan dan kegiatan tradisi masih menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia.

Tradisi semacam ini tidak hanya berkaitan dengan seremoni, tetapi juga menjadi ruang pertemuan sosial. Melalui acara tersebut, masyarakat menjaga hubungan keluarga, tetangga, dan komunitas di lingkungan masing-masing.

Produk Tradisional Masih Banyak Dipilih

BPS juga mencatat bahwa 89,02% rumah tangga di Indonesia membeli atau menggunakan produk tradisional dalam tiga bulan terakhir pada 2025.

Produk tradisional yang dimaksud mencakup peralatan rumah tangga, obat tradisional, metode penyehatan tradisional, busana daerah, kerajinan tradisional, hingga peralatan adat. Data ini memperlihatkan bahwa produk dan praktik tradisional masih memiliki tempat kuat dalam keseharian masyarakat.

Pilihan terhadap produk tradisional juga menunjukkan bahwa modernisasi tidak serta merta menghilangkan kebiasaan lama. Banyak rumah tangga masih memakai produk tradisional karena alasan budaya, kebutuhan praktis, kebiasaan keluarga, maupun keterjangkauan.

Ngaji atau Aktivitas Membaca Kitab Suci Masih Tinggi

Dari sisi aktivitas keagamaan, BPS mencatat sebanyak 77,55% penduduk Indonesia berumur 5 tahun ke atas melakukan kegiatan membaca kitab suci atau ngaji dalam seminggu terakhir pada 2025.

Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas keagamaan masih menjadi bagian dari rutinitas masyarakat. Membaca kitab suci dalam data ini mencakup penduduk dari berbagai kelompok usia mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Mayoritas Rumah Tangga Memiliki Motor

BPS juga mencatat bahwa 84,79% rumah tangga di Indonesia memiliki aset berupa sepeda motor pada 2025. Angka ini menggambarkan betapa pentingnya sepeda motor dalam mobilitas masyarakat Indonesia.

Kepemilikan motor yang tinggi menunjukkan bahwa kendaraan roda dua masih menjadi alat transportasi utama bagi banyak keluarga. Motor digunakan untuk bekerja, sekolah, berbelanja, mengantar anggota keluarga, hingga menunjang aktivitas ekonomi harian.

Banyak Warga Mengobati Diri Sendiri

Dalam aspek kesehatan, BPS mencatat sebanyak 78,43% penduduk Indonesia yang memiliki keluhan kesehatan pernah mengobati diri sendiri dalam sebulan terakhir pada 2025.

Mengobati diri sendiri dapat dipahami sebagai upaya seseorang menangani keluhan kesehatan tanpa langsung mendatangi tenaga kesehatan atau fasilitas kesehatan. Bentuknya bisa berupa membeli obat sendiri, memakai obat yang tersedia di rumah, atau menggunakan cara pengobatan yang sudah biasa dilakukan.

Tingginya angka ini menunjukkan bahwa pengobatan mandiri masih menjadi pilihan banyak masyarakat ketika mengalami keluhan kesehatan. Namun, kebiasaan ini juga perlu diimbangi dengan pemahaman yang tepat agar masyarakat tetap mengetahui kapan harus mencari bantuan medis, terutama jika keluhan tidak membaik atau semakin serius.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Indonesia dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.