Periskop.id - Komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia kembali mencatatkan prestasi gemilang di kancah internasional. 

Berdasarkan laman resmi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), Indonesia kini menempati peringkat pertama sebagai negara penyumbang personel terbanyak dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). 

Advertisement

UNIFIL sendiri merupakan misi penjaga perdamaian penting yang dibentuk oleh Dewan Keamanan PBB sejak tahun 1978. Pembentukannya didasari oleh Resolusi 425 dan 426 guna memastikan stabilitas di wilayah perbatasan. 

Pada tahun 2006, mandat UNIFIL diperkuat untuk memantau penghentian permusuhan serta mendukung akses kemanusiaan bagi warga sipil di tengah ketegangan geopolitik yang terus berkembang.

Indonesia dan Italia Jadi yang Teratas

Hingga data per 30 Maret 2026, total kekuatan personel UNIFIL mencapai 7.505 penjaga perdamaian yang berasal dari 47 negara kontributor. Dari jumlah tersebut, Indonesia memimpin di posisi teratas dengan mengirimkan 755 personel.

Posisi Indonesia ditempel ketat oleh Italia yang berada di peringkat kedua dengan selisih hanya satu personel, yaitu sebanyak 754 orang. 

Kehadiran personel dari Indonesia dan Italia menjadi tulang punggung operasi keamanan di lapangan, mengingat kedua negara ini memiliki sejarah panjang dan pengalaman mumpuni dalam misi-misi kemanusiaan di bawah bendera PBB.

Bagi Indonesia, keterlibatan maksimal ini bukan sekadar angka, melainkan wujud nyata pelaksanaan amanat konstitusi untuk ikut serta melaksanakan ketertiban dunia. 

Personel dari Indonesia dikenal memiliki pendekatan persuasif yang baik terhadap penduduk lokal, yang menjadi nilai tambah dalam menjalankan misi di wilayah yang sensitif secara budaya dan politik.

Dengan jumlah personel yang mencapai lebih dari 10% dari total kekuatan UNIFIL, Indonesia membuktikan bahwa pengaruh diplomasinya tidak hanya kuat di meja perundingan, tetapi juga nyata di garis depan perdamaian dunia.

Selain Indonesia dan Italia, negara-negara seperti Spanyol, India, dan Ghana juga memberikan kontribusi signifikan di atas 600 personel. 

Keberagaman asal negara ini menunjukkan bahwa stabilitas di Lebanon merupakan kepentingan kolektif global. Pasukan penjaga perdamaian ini bertugas menjaga Garis Biru (Blue Line) yang memisahkan Lebanon dan Israel guna mencegah terjadinya eskalasi konflik bersenjata.

Daftar 15 Negara Penyumbang Terbanyak pada Misi UNIFIL

Berikut adalah daftar rincian 15 negara dengan jumlah kontribusi personel terbanyak pada misi UNIFIL:

PeringkatNegaraJumlah Personel
1Indonesia755
2Italia754
3Spanyol658
4India642
5Ghana624
6Prancis605
7Nepal553
8Malaysia515
9China471
10Irlandia290
11Finlandia181
12Kamboja181
13Jerman174
14Serbia168
15Korea Selatan162