Periskop.id - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis laporan terbaru mengenai performa ekonomi nasional yang menunjukkan tren positif pada awal tahun 2026.
Perekonomian Indonesia pada triwulan I-2026 tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 5,61% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year on year).
Pertumbuhan yang solid ini mencerminkan resiliensi berbagai sektor industri dalam menggerakkan roda ekonomi di tingkat nasional maupun daerah.
Dominasi Pulau Jawa dalam Struktur Ekonomi Spasial
Secara spasial, struktur perekonomian Indonesia masih menunjukkan konsentrasi yang cukup besar di wilayah bagian barat.
Kelompok provinsi di Pulau Jawa tetap menjadi penopang utama aktivitas ekonomi nasional dengan kontribusi mencapai 57,24%. Angka ini menegaskan posisi strategis Pulau Jawa sebagai pusat industri dan perdagangan di tanah air.
Menyusul di posisi kedua, Pulau Sumatera memberikan kontribusi sebesar 22,08% terhadap total perekonomian nasional. Wilayah lain seperti Kalimantan menyumbang 7,99%, disusul oleh Sulawesi sebesar 7,12 persen.
Sementara itu, wilayah Bali dan Nusa Tenggara memberikan kontribusi sebesar 2,80%, dan wilayah Maluku serta Papua berkontribusi sebesar 2,77%.
Pertumbuhan Ekonomi Wilayah
Meskipun kontribusinya secara nasional kecil, kelompok provinsi di Bali dan Nusa Tenggara justru mencatatkan performa pertumbuhan tahunan yang paling impresif.
Wilayah ini tumbuh sebesar 7,93%, melampaui pertumbuhan wilayah lainnya di Indonesia. Posisi berikutnya ditempati oleh Sulawesi yang tumbuh sebesar 6,95% dan Jawa yang mencatatkan pertumbuhan 5,79%.
Wilayah Sumatera mencatat pertumbuhan sebesar 5,13%, diikuti oleh Maluku dan Papua dengan angka 4,46%. Di sisi lain, Kalimantan menjadi wilayah dengan pertumbuhan paling rendah di antara kelompok pulau besar, yakni berada di angka 4,08%.
Sektor Unggulan dan Kontributor Pertumbuhan per Wilayah
Sumber pertumbuhan ekonomi di setiap wilayah dipengaruhi oleh variasi sektor unggulan yang berbeda-beda. Berikut adalah rincian penggerak utama ekonomi di masing-masing pulau:
- Jawa: Motor penggeraknya adalah sektor industri pengolahan, perdagangan, serta informasi dan komunikasi.
- Sumatera: Pertumbuhan ditopang oleh sektor perdagangan, industri pengolahan, dan pertanian.
- Kalimantan: Didorong oleh sektor perdagangan, industri pengolahan, dan konstruksi.
- Sulawesi: Mengandalkan industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian.
- Bali dan Nusa Tenggara: Sektor pertambangan, industri pengolahan, dan pertanian menjadi kontributor utama.
- Maluku dan Papua: Pertumbuhan digerakkan oleh industri pengolahan, perdagangan, serta pertanian.
Rapor Hijau di Tingkat Provinsi
Pada level provinsi, tercatat beberapa daerah yang memberikan kontribusi pertumbuhan menonjol di wilayahnya masing-masing. Di Pulau Jawa, DKI Jakarta menjadi penyumbang terbesar dengan 1,58%, disusul Jawa Timur sebesar 1,50% dan Jawa Barat sebesar 1,33%.
Di Sumatera, Sumatera Utara memimpin dengan kontribusi 1,16 persen diikuti Riau sebesar 1,04 persen.
Performa luar biasa terlihat di Maluku Utara yang mencatat kontribusi pertumbuhan tertinggi di wilayahnya sebesar 3,78%. Di Sulawesi, Sulawesi Selatan menjadi kontributor utama dengan 3,00%.
Sementara itu, Kalimantan Timur mencatat kontribusi sebesar 1,58%. Untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara, Nusa Tenggara Barat menyumbang angka tertinggi sebesar 4,07%, diikuti Bali 2,68% dan Nusa Tenggara Timur 1,18%.
Namun, di tengah pertumbuhan ini, BPS mencatat adanya wilayah yang mengalami kontraksi, seperti Papua Tengah yang tercatat minus 1,97%. Secara keseluruhan, hampir seluruh wilayah di Indonesia tetap menunjukkan tren pertumbuhan yang positif secara tahunan.
Tinggalkan Komentar
Komentar