iklan periskop
Ekonomi

Bersih-bersih, Purbaya Tak Segan Rumahkan Pejabat Bea Cukai dan Pajak yang Bermasalah

Mulai besok, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menggelar operasi bersih-bersih dengan merumahkan pejabat Bea Cukai dan Pajak berkinerja buruk.

6 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Bersih-bersih, Purbaya Tak Segan Rumahkan Pejabat Bea Cukai dan Pajak yang Bermasalah
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat wawancara cegat di Komplek DPR RI, Jakarta, Senin (19/1). Periskop.id/Siti Ayu Rachma.
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan akan merumahkan pejabat yang kinerjanya tidak optimal di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Ini merupakan langkah serius untuk menutup celah kebocoran penerimaan negara.

Purbaya mengatakan besok, Rabu (28/1/2026), akan mulai melakukan operasi bersih-bersih pejabat di dua instansi tersebut.

“Ini serius, besok diobrak-abrik tuh salah satu. Itu seharusnya akan memperbaiki cara kerja pajak dan bea cukai, dan seharusnya yang bocor-bocor itu tidak akan terjadi lagi,” kata Purbaya kepada media di Jakarta, Selasa (27/1).

Bendahara negara itu menyebut dalam operasi ini setidaknya ada pejabat di lima pelabuhan yang akan dirumahkan.

“Nanti beberapa pejabat itu saya rumahkan saja. Sebagai pesan bahwa kita serius tahun ini. Jadi pejabat di lima pelabuhan besar,” tegasnya.

Sebelumnya, Purbaya menegaskan pemerintah tengah mempertimbangkan langkah tegas terhadap Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) jika lembaga tersebut gagal melakukan perbaikan kinerja. Salah satu opsi yang disebutkan adalah pembekuan, sebagaimana pernah dilakukan puluhan tahun lalu.

“Cara pembekuan, apakah seperti yang beberapa puluhan tahun lalu? Nanti kita lihat seperti apa. Kalau memang nggak bisa perform, ya kita bekukan. Dan betul-betul beku, artinya 16 ribu pekerja Bea Cukai kita rumahkan,” kata Purbaya kepada media di Park Hyatt Jakarta, dikutip Selasa (2/12).

Kendati begitu, Bendahara Negara itu menyampaikan bahwa dirinya telah meminta waktu kepada Presiden untuk melakukan pembenahan internal terlebih dahulu sebelum opsi keras itu diambil.

“Kalau saya lihat sih bahan bakunya lumayan lah. Masih bisa dibentuk. Nanti kan terpilih. Dalam prosesnya akan kelihatan yang mana yang bisa gabung, yang mana yang nggak. Nanti yang nggak bisa gabung, yang nggak bisa mengubah diri, ya saya akan langsung menganjurkan,” tutup Purbaya.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), dan Purbaya Yudhi Sadewa dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.