Periskop.id - Forbes mencatat kekayaan bersih Elon Musk kini hanya menyentuh US$970 miliar, menempatkannya di luar jajaran triliuner dunia. Koreksi tajam saham Tesla dan SpaceX dalam beberapa hari terakhir menjadi penyebab utama, sebagaimana dilaporkan The Guardian pada Kamis (25/6).
Angka tersebut berarti kekayaan Musk masih terpaut sekitar US$30 miliar dari ambang batas US$1 triliun yang sebelumnya berhasil ia lampaui.
Status triliuner itu baru diraih Musk pada 12 Juni lalu, tepat setelah SpaceX menjalani penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) bersejarahnya di pasar modal. Debut perusahaan roket, satelit, dan kecerdasan buatan itu sekaligus menjadikan Musk orang pertama di dunia yang memiliki kekayaan bersih melampaui US$1 triliun.
Euforia pasca-IPO ternyata tak bertahan lama. Koreksi masif di sektor saham teknologi sepanjang pekan ini menggerus nilai portofolio Musk secara signifikan.
Dua faktor utama dinilai memicu tekanan tersebut, yakni potensi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) serta kekhawatiran pasar terhadap gelembung kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Perusahaan-perusahaan yang nilainya sangat bergantung pada tren boom AI menjadi yang paling terdampak. Alphabet selaku induk perusahaan Google, serta produsen chip seperti Samsung, turut mencatatkan tekanan kuat di bursa.
Meski begitu, fluktuasi pasar masih menyisakan peluang bagi Musk untuk kembali menyandang gelar triliuner. Pemulihan saham Tesla maupun SpaceX dalam waktu dekat bisa kembali mendongkrak kekayaannya melewati US$1 triliun.
Terlepas dari hilangnya status tersebut, Musk masih bertakhta sebagai orang terkaya di muka bumi. Posisinya di puncak daftar kekayaan global belum tergusur siapa pun.
Di bawah Musk, posisi kedua ditempati Larry Page, salah satu pendiri Google. Forbes mencatat kekayaan bersih Page sekitar US$284 miliar, atau kurang dari sepertiga total aset Musk saat ini.
Selisih yang sangat jauh itu menunjukkan betapa dominannya posisi Musk di puncak hierarki kekayaan global, bahkan setelah koreksi besar yang dialami portofolio sahamnya pekan ini.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar