periskop.id - Dunia kembali diguncang oleh skandal besar pada akhir Januari 2026. Menyusul mandat dari Epstein Files Transparency Act yang ditandatangani Presiden Donald Trump pada akhir 2025, Departemen Kehakiman AS (DOJ) akhirnya merilis "Perpustakaan Epstein".
Melansir rilis resmi dari Department of Justice (DOJ), data ini bukan sekadar pengulangan berita lama.
Dengan total 3,5 juta halaman dokumen, 180.000 gambar, dan 2.000 video, berkas ini mengungkap detail forensik yang sebelumnya tersembunyi.
Dari kejatuhan total seorang pangeran Inggris hingga keterlibatan para titan teknologi, berikut adalah rangkuman lengkap dari apa yang sebenarnya ada di dalam dokumen tersebut.
1. Apa Itu 'Epstein Files Transparency Act'?
Pada tanggal 30 Januari 2026, publik akhirnya mendapatkan akses ke arsip investigasi terbesar terkait jaringan perdagangan seks Jeffrey Epstein dan Ghislaine Maxwell. Mengutip data legislasi dari Congress.gov, undang-undang H.R. 4405 ini disahkan berkat koalisi bipartisan yang menuntut transparansi penuh.
Uniknya, DOJ diwajibkan merilis hampir semua hal—termasuk data mentah. Menurut analisis hukum dari The New York Times, ini menciptakan fenomena "rawa informasi", di mana dokumen resmi FBI bercampur dengan tip publik yang belum diverifikasi. Namun, di antara jutaan halaman tersebut, terdapat bukti-bukti otentik yang menghancurkan karier banyak tokoh dunia.
2. Kehancuran Final Pangeran Andrew (Kini Andrew Mountbatten-Windsor)
Salah satu dampak paling nyata dari rilis ini adalah nasib adik Raja Charles III. Dokumen Januari 2026 memberikan "pukulan mematikan" bagi pembelaan Andrew selama ini.
Bukti Visual yang Mengejutkan
Menurut laporan eksklusif BBC News, dokumen tersebut merilis foto undated yang menunjukkan Andrew dalam posisi yang sangat kompromis. Bukti visual ini menghancurkan klaim bahwa hubungannya dengan Epstein hanya sebatas bisnis formal.
Email Tahun 2010 Membantah Alibi
Dalam wawancara terkenal tahun 2019, Andrew mengklaim ia mengunjungi Epstein pada 2010 hanya untuk memutus hubungan. Namun, email yang baru dirilis menunjukkan sebaliknya:
Andrew mengundang Epstein untuk "makan malam di Istana Buckingham" dengan privasi penuh.
Korespondensi ini terjadi setelah Epstein dihukum sebagai pelanggar seks pada 2008.
Akibat temuan ini, pernyataan resmi dari The Royal Family mengonfirmasi bahwa Raja Charles III telah mencabut gelar kerajaan dan mengusir Andrew dari Royal Lodge, menjadikannya warga biasa bernama Andrew Mountbatten-Windsor.
3. Guncangan di Silicon Valley: Bill Gates dan Elon Musk
Para pemimpin teknologi dunia tidak luput dari sorotan dalam dokumen ini. Investigasi The Wall Street Journal menyoroti bagaimana Epstein menggunakan informasi sebagai alat pemerasan (leverage).
Bill Gates dan Isu Pemerasan
Dokumen mengungkap draf email tahun 2013 dari Epstein untuk Bill Gates. Isinya menyiratkan ancaman halus terkait dugaan perselingkuhan Gates. Analis keamanan siber yang dikutip Wired menilai ini sebagai taktik klasik Epstein untuk memaksa kelanjutan hubungan bisnis.
Jejak Digital Elon Musk
Meskipun CEO Tesla Elon Musk membantah keras pernah mengunjungi pulau pribadi Epstein (Little St. James), laporan Bloomberg mencatat adanya email tahun 2012-2014 yang mendiskusikan logistik perjalanan. Sebuah entri kalender 2014 bahkan mencatat pengingat spesifik untuk kunjungan Musk.
4. Dampak Global: Pejabat Olimpiade dan Diplomat Mundur
Skandal ini meluas hingga ke ajang olahraga terbesar di dunia. Mengutip pemberitaan Los Angeles Times, Casey Wasserman, ketua Olimpiade Los Angeles 2028 (LA28), terseret akibat korespondensi masa lalu dengan Ghislaine Maxwell, menciptakan krisis reputasi besar bagi penyelenggara.
Sementara itu di Eropa, diplomat senior Slovakia, Miroslav Lajcak, mengundurkan diri pada 31 Januari 2026. Laporan Reuters mengonfirmasi pengunduran diri tersebut setelah foto pertemuannya dengan Epstein pada tahun 2018 terungkap ke publik.
5. Donald Trump dalam Dokumen
Nama Presiden Donald Trump muncul lebih dari 1.000 kali dalam arsip tersebut. Namun, pembaca harus berhati-hati. Menurut penafian (disclaimer) dalam FBI Vault, banyak penyebutan tersebut berasal dari klaim publik yang tidak diverifikasi. Hingga kini, dokumen tersebut mencatat bahwa tidak ada bukti kredibel terkait tuduhan kriminal langsung terhadap Trump dalam jaringan ini.
Rilis Berkas Epstein Januari 2026 mengajarkan satu hal: jejak digital dan forensik tidak bisa disembunyikan selamanya. Meskipun Jeffrey Epstein telah tiada, "Era Kedua" operasinya di mana para elit terus berhubungan dengannya pasca-hukuman 2008 kini terbongkar.
Tinggalkan Komentar
Komentar