Periskop.id - X, platform media sosial milik Elon Musk, resmi meluncurkan layanan perbankan baru bernama X Money. Layanan ini eksklusif untuk pengguna Premium dan Premium Plus dengan biaya langganan US$40 atau setara Rp724.546 per bulan.

Peluncuran ini menjadi babak baru dari ambisi panjang Musk menghadirkan fitur perbankan di platformnya. Rencana tersebut sempat molor jauh dari target awal yang dijanjikannya sejak 2023.

"Hal ini akan membuatku terkejut jika belum kunjung dirilis pada akhir tahun berikutnya," kata Musk kepada karyawan X, Oktober 2023.

Janji itu meleset jauh dari perkiraan. X Money baru resmi dirilis lebih dari dua setengah tahun setelah pernyataan tersebut, jauh melampaui target awal yang disebutkan yakni akhir 2024.

Berdasarkan laporan Futurism, X Money memungkinkan pengguna menyimpan uang di rekening. Pengguna juga bisa menarik dana lewat ATM menggunakan kartu debit Visa yang terintegrasi dengan layanan ini.

X turut menawarkan cashback sebesar 3% dari setiap transaksi. Selain itu, tersedia bunga tabungan tahunan atau APY sebesar 6% yang disiapkan untuk menarik minat pengguna.

Ambisi Musk menghadirkan fitur finansial sebenarnya sudah muncul sejak 1999. Saat itu ia turut mendirikan X.com, sistem pembayaran e-commerce yang kemudian melebur dengan perusahaan lain pada 2000 hingga akhirnya membentuk PayPal.

Dewan direksi perusahaan kala itu memutuskan mengeluarkan Musk dari jajaran pimpinan dan menggantinya dengan Peter Thiel akibat perbedaan pendapat. Keputusan itu disebut memicu kekecewaan mendalam bagi CEO SpaceX tersebut.

Mantan CEO sekaligus juru bicara X, Linda Yaccarino, menyebutkan aplikasi ini dirancang menjadi "aplikasi serba bisa" yang dapat menghadirkan segala kebutuhan penggunanya. Ambisi itu dinilai mirip konsep WeChat, aplikasi asal Tiongkok yang menggabungkan berbagai layanan dalam satu platform.

Kepercayaan pengguna terhadap keamanan X Money pun menjadi sorotan menyusul sejarah panjang dan penundaan berulang proyek ini. Elon Musk sejauh ini belum secara terbuka menjelaskan detail sistem keamanan yang akan diterapkan pada layanan barunya tersebut.