periskop.id - Orang terkaya Australia, Gina Rinehart, dikabarkan mengambil porsi kepemilikan senilai lebih dari US$1 miliar dalam penawaran saham perdana SpaceX. IPO tersebut mencetak rekor dengan valuasi mencapai US$75 miliar.
Laporan itu pertama kali diterbitkan The Wall Street Journal pada Senin (15/6), merujuk pada sumber yang mengetahui transaksi tersebut. Perusahaan milik Rinehart, Hancock Prospecting, tidak mengonfirmasi besaran investasinya, namun menyebut langkah tersebut sebagai keputusan strategis yang berarti.
"Ini merupakan investasi yang signifikan bagi Hancock, dan kami senang telah memperoleh alokasi saham dalam IPO yang sangat diminati dan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed)," kata Rinehart dalam pernyataan resmi Hancock Prospecting, Senin (15/6).
Rinehart turut memuji pendiri SpaceX, Elon Musk, yang ia nilai berhasil membangun dua perusahaan yang kini masuk jajaran 10 korporasi terbesar di dunia. Baginya, SpaceX bukan sekadar pilihan investasi finansial biasa.
"Kami memandang SpaceX sebagai perusahaan yang langka, dipimpin oleh sosok yang benar-benar luar biasa, memiliki keunggulan teknis, beroperasi di sektor-sektor yang sangat penting, dan mempunyai potensi jangka panjang," ujarnya.
Investasi ini juga dinilai membuka jalur kolaborasi bisnis, bukan sekadar menghasilkan keuntungan dari kenaikan harga saham. Hancock Prospecting melihat peluang kerja sama dengan SpaceX di sektor mineral kritis yang kian dibutuhkan industri teknologi global.
"Ke depan, kami juga melihat adanya kemungkinan terciptanya kerja sama yang saling menguntungkan antara SpaceX dan investasi besar Hancock Prospecting di sektor mineral kritis, seiring meningkatnya permintaan terhadap material dan infrastruktur yang dibutuhkan untuk mendukung teknologi maju," papar Chief Executive Officer Hancock Prospecting Garry Korte.
Hancock Prospecting memang sudah lama menjadi pemain aktif di pasar mineral strategis. Perusahaan ini tercatat sebagai investor di sejumlah produsen tanah jarang, di antaranya MP Materials dan Rare Earths Americas dari Amerika Serikat, serta Lynas Rare Earths dan produsen litium Liontown Resources dari Australia.
Dokumen perusahaan yang dirilis bulan lalu menunjukkan Hancock kian memperbesar kepemilikannya di aset-aset sektor pertahanan, emas, dan tanah jarang. Total portofolio investasinya di Amerika Serikat kini bernilai sekitar US$3,3 miliar.
Keputusan Rinehart masuk ke IPO SpaceX langsung membuahkan hasil. Pada hari perdagangan pertama, saham SpaceX melonjak sekitar 19% sehingga kapitalisasi pasarnya melampaui US$2 triliun.
Lonjakan tersebut mendorong SpaceX menjadi perusahaan terbesar keenam di Amerika Serikat berdasarkan nilai pasar. Antusiasme investor dipicu oleh ekspansi bisnis Elon Musk yang kini mencakup industri roket, satelit, hingga artificial intelligence.
Rinehart juga menyinggung kiprah Musk di luar dunia bisnis. Ia mengapresiasi langkah Musk memangkas jumlah pegawai federal Amerika Serikat melalui Department of Government Efficiency (DOGE) di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, yang ia pandang sebagai cerminan semangat yang seharusnya diteladani lebih banyak pihak.
"SpaceX merupakan contoh nyata lainnya mengapa dunia membutuhkan lebih banyak semangat kewirausahaan, lebih banyak para pembangun, dan jauh lebih sedikit birokrasi," pungkas Rinehart.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar