Periskop.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan proyek ladang gas Abadi Masela di Maluku akhirnya akan memasuki tahap konstruksi pada 2027. Proyek yang sempat terkatung-katung selama puluhan tahun itu kini berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN).

Bahlil mengungkapkan sejumlah tahapan krusial sudah menunjukkan kemajuan, termasuk proses Front End Engineering and Design (FEED) yang disebutnya tengah berjalan. Pemerintah, menurutnya, terus mendorong percepatan agar hambatan investasi yang pernah muncul tidak terulang.

"Blok Abadi Masela ini puluhan tahun tertunda, tidak selesai-selesai. Setelah akhirnya sudah ada keputusan, sudah ada kajian, saya kasih tau sama Inpex untuk segera jalan. Sekarang alhamdulillah sudah jalan. Tahun 2027 konstruksi," ujar Bahlil, Jumat (26/6).

Blok Masela disebut Bahlil sebagai salah satu cadangan gas bumi terbesar yang dimiliki Indonesia saat ini. Proyek ini dioperasikan oleh INPEX Corporation bersama mitranya, dengan target produksi yang ditetapkan pemerintah pada rentang 2029 hingga 2030 demi memperkuat ketahanan energi nasional.

"Tahun 2029 hingga 2030, sudah bisa terproduksi, dan itu salah satu giant yang terbesar di Indonesia," imbuhnya.

Dari sisi nilai investasi, proyek ini ditaksir menelan biaya sekitar US$20 miliar atau setara Rp339 triliun berdasarkan kurs Rp16.900 per dolar AS. Angka tersebut menjadikan Blok Masela sebagai salah satu proyek energi dengan nilai terbesar yang sedang dikejar pemerintah saat ini.

Dorongan percepatan ini bermula dari kunjungan kenegaraan Bahlil bersama Presiden Prabowo Subianto ke Jepang pada Maret 2026. Dalam kunjungan itu, Bahlil mendapat arahan untuk memprioritaskan dua agenda, yakni investasi transisi energi dan penyelesaian Blok Masela.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Bahlil kemudian mengundang CEO INPEX Corporation, Takayuki Ueda, untuk membahas percepatan pengembangan proyek tersebut secara langsung.

Dalam pertemuan itu, Takayuki Ueda menyampaikan komitmen INPEX untuk mempercepat penyelesaian Proyek Abadi Masela sesuai target yang telah disepakati bersama pemerintah Indonesia.

"Tahun 2029 hingga 2030, sudah bisa terproduksi, dan itu salah satu giant yang terbesar di Indonesia," pungkas Bahlil.