iklan periskop
Industri

Purbaya Ungkap Skema Pembatasan BBM Subsidi, Desil 9-10 Bakal Tak Bisa Beli

Pemerintah menguji sistem pembatasan BBM subsidi. Masyarakat desil 9-10 berpotensi tak bisa membeli BBM subsidi dan diarahkan menggunakan BBM nonsubsidi.

1 jam yang lalu · 2 mnt baca
SPBU, Pertamina, Premium, Pertamax, Pertalite, Pertamax Green, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, Bensin, BBM
Sejumlah kendaraan mengantre untuk mengisi bahan bakar minyak di SPBU kawasan Palmerah, Jakarta, Selasa (31/3/2026). Periskop/Arief Rachman
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan skema pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Ia menyebut saat ini pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) masih melakukan uji coba sistem untuk memastikan penyaluran BBM subsidi lebih tepat sasaran.

Purbaya mengatakan, dalam sistem yang tengah diuji tersebut, masyarakat yang tergolong dalam desil 9 dan 10 atau kelompok dengan tingkat kesejahteraan ekonomi tinggi berpotensi tidak dapat membeli BBM subsidi.

"Nanti kan kita sedang uji sistem, Pertamina sedang menguji sistem saya sudah melihat sistemnya. Mereka bisa aja yang desil 9-10 enggak bisa beli yang bersubsidi. Dia mesti bayar harga Pertamax atau yang lain. Kira-kira begitu," ucap Purbaya kepada media, Jakarta, Selasa (11/8).

Menurutnya, pembatasan tersebut ditujukan agar BBM subsidi hanya dinikmati oleh masyarakat yang memang berhak. Dengan demikian, masyarakat yang dinilai tidak lagi memenuhi kriteria penerima subsidi akan diarahkan menggunakan BBM nonsubsidi.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menambahkan bahwa pembatasan BBM subsidi nantinya juga akan mempertimbangkan jenis kendaraan yang digunakan masyarakat. Ia mencontohkan kendaraan mewah tidak semestinya menggunakan BBM subsidi.

"Nanti menyangkut pembatasan itu nanti kan ada jenis kendaraan, ya. Jangan pakai BMW, pakai Merci masa pakai minyak subsidi. Itu yang dimaksudkan oleh Pak Menteri tadi. Jadi teman-teman media tolong jangan diplintir lagi. Ya, ini penting saya luruskan," timpal Bahlil kepada media.

Di sisi lain, Bahlil memastikan pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM subsidi meski harga minyak dunia masih berfluktuasi. Kebijakan tersebut, kata dia, merupakan komitmen pemerintah berdasarkan arahan Presiden.

"Yang kedua, saya sama Pak Menteri bersepakat bahwa harga ICP dunia yang tidak menentu sampai dengan sekarang, kami dua punya komitmen atas dasar perintah Bapak Presiden bahwa harga BBM subsidi tidak akan naik. Ini yang paling penting," beber Bahlil.

Tak hanya itu, Bahlil memastikan apabila harga minyak dunia mengalami penurunan maka harga yang nonsubsidi pun bisa melakukan penyesuaian dengan harga dunia.

"Kalau turun ya turun, kalau naik ya terkoreksi juga untuk kenaikan. Saya pikir itu teman-teman ya," tutup Bahlil.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Purbaya Yudhi Sadewa, Bahlil Lahadalia, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), subsidi BBM, dan BBM Non-Subsidi dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.