iklan periskop
Energi

Harga Minyak Dunia Naik di Tengah Isu Stok AS dan Venezuela

Harga minyak dunia menguat pada Kamis (8/1) setelah dua hari melemah, didorong penurunan stok minyak mentah AS yang lebih besar dari perkiraan serta perhatian pasar pada perkembang...

7 bulan yang lalu · 3 mnt baca
Harga Minyak Dunia Tertekan Kekhawatiran Pasokan, Meski Permintaan AS Masih Kuat
Ilustrasi harga minyak dunia. Foto: Envato
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Harga minyak dunia menguat pada Kamis setelah dua hari berturut-turut melemah. Kenaikan ini didorong oleh penurunan stok minyak mentah Amerika Serikat (AS) yang jauh lebih besar dari perkiraan, sehingga mendorong investor kembali membeli kontrak berjangka sambil mencermati perkembangan situasi di Venezuela.

Melansir Reuters, Kamis (8/1), harga minyak Brent naik 24 sen atau 0,40% ke level US$60,20 per barel pada pukul 03.43 GMT. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 22 sen atau 0,39% ke US$56,21 per barel.

Sebelumnya, kedua acuan harga tersebut anjlok lebih dari 1% untuk hari kedua berturut-turut pada Rabu. Pelemahan terjadi karena pelaku pasar memperkirakan pasokan global akan tetap melimpah sepanjang tahun ini. Analis Morgan Stanley bahkan memperkirakan kelebihan pasokan bisa mencapai hingga 3 juta barel per hari pada paruh pertama 2026.

Penurunan harga dalam dua hari terakhir dimanfaatkan sebagian trader untuk kembali masuk ke pasar, menurut analis Fujitomi Securities, Mitsuru Muraishi.

“Pembelian saat harga terkoreksi telah mendorong kenaikan tipis, namun kekhawatiran akan kelebihan pasokan yang berkelanjutan masih membatasi potensi penguatan. Sementara pasar memantau perkembangan di Venezuela, tren penurunan kemungkinan masih berlanjut untuk saat ini,” ujar Muraishi. Ia memperkirakan harga WTI berpotensi turun hingga di bawah US$54 per barel.

Dari sisi fundamental, Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan stok minyak mentah AS turun 3,8 juta barel menjadi 419,1 juta barel pada pekan yang berakhir 2 Januari. Angka ini berbanding terbalik dengan perkiraan analis dalam jajak pendapat Reuters yang justru memprediksi kenaikan sebesar 447 ribu barel.

Di sisi geopolitik, AS pada Rabu menyita dua kapal tanker minyak yang terkait dengan Venezuela di Samudra Atlantik, salah satunya berbendera Rusia. Langkah ini merupakan bagian dari upaya agresif Presiden Donald Trump untuk mengendalikan aliran minyak di kawasan Amerika dan menekan pemerintah sosialis Venezuela agar menjadi sekutu.

Sehari sebelumnya, Washington mengumumkan kesepakatan dengan Caracas untuk memperoleh akses hingga US$2 miliar minyak mentah Venezuela. Trump menulis di media sosial bahwa Venezuela akan “menyerahkan” sekitar 30 juta hingga 50 juta barel minyak yang selama ini dikenai sanksi kepada AS.

Kesepakatan ini dinilai dapat menjadi katup pelepas bagi aliran minyak Venezuela, yang selama ini tersendat akibat blokade AS terhadap kapal tanker yang terkena sanksi, baik yang keluar maupun masuk ke negara tersebut. Analis ING dalam catatannya menyebutkan, pengalihan minyak ke AS dapat mengurangi kebutuhan Venezuela untuk memangkas produksi akibat keterbatasan kapasitas penyimpanan.

Sumber yang mengetahui pembahasan tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa pada tahap awal, kesepakatan ini kemungkinan mengharuskan pengalihan kargo minyak yang semula ditujukan ke China. Kilang independen China yang selama ini menyerap sebagian besar impor minyak Venezuela disebut bisa beralih menggunakan minyak Iran untuk menutup kekurangan pasokan.

Lebih jauh, Trump dan para penasihatnya dikabarkan tengah menyiapkan inisiatif untuk mendominasi industri minyak Venezuela dalam jangka panjang. Menurut laporan Wall Street Journal pada Rabu, Trump meyakini langkah tersebut dapat membantu menurunkan harga minyak hingga US$50 per barel.

Salah satu rencana yang sedang dipertimbangkan adalah AS mengambil sebagian kendali atas perusahaan minyak milik negara Venezuela, PDVSA, termasuk mengakuisisi dan memasarkan sebagian besar produksi minyak perusahaan tersebut, demikian laporan itu mengutip sumber yang mengetahui rencana tersebut.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai harga minyak dunia hari ini, venezuela, dan Amerika Serikat dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.