Prabowo Pastikan RI Bangun 100 Gigawatt PLTS, Hentikan Pembangkit Diesel
Presiden Prabowo Subianto umumkan RI bangun 100 gigawatt PLTS, hentikan pembangkit diesel, hemat Rp73,9 triliun setiap tahun dari biaya produksi listrik

Periskop.id - Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana besar pembangunan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 100 gigawatt. Pengumuman ini disampaikan dalam Penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2027.
Prabowo menjelaskan, target ambisius tersebut sudah mulai dijalankan pemerintah sebagai bagian dari transisi energi nasional. Ia merinci skala besar dari proyek energi surya yang direncanakan.
"Selanjutnya kita telah mulai dan akan membangun seratus ribu megawatt. Atau seratus gigawatt energi dari matahari, energi surya," kata Prabowo dalam Penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2027, Jakarta, Jumat (14/8).
Ia menegaskan langkah percepatan penghentian pembangkit listrik tenaga diesel yang akan digantikan dengan energi surya. Prabowo merinci target pembangunan dan penghentian pembangkit untuk tahun ini.
"Pemerintah akan mempercepat penutupan pembangkit listrik tenaga diesel dan menggantinya dengan pembangkit listrik tenaga surya. Tahun ini kita akan bangun 30 gigawatt pembangkit listrik tenaga surya dan segera menghentikan 13 gigawatt pembangkit listrik tenaga diesel," ujar Prabowo.
Ia menyoroti potensi alam Indonesia berupa sinar matahari yang melimpah sepanjang tahun sebagai modal utama transisi energi tersebut. Prabowo mengkritik ketergantungan pulau-pulau terpencil pada distribusi BBM solar untuk kebutuhan listrik.
"Kita mendapat anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa, sinar matahari yang hampir sepanjang tahun. Tidak masuk akal jika pulau-pulau yang terpencil kita harus menunggu kapal membawa BBM solar untuk memperoleh listrik," tegas Prabowo.
Ia menambahkan proyeksi penghematan negara dari implementasi PLTS berskala besar tersebut. Prabowo merinci perhitungan yang telah dilakukan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian terkait potensi penghematan biaya produksi listrik.
"Menko Perekonomian telah menghitung dengan PLTS 100 gigawatt negara akan menghemat setidaknya Rp73,9 triliun setiap tahun dari penurunan biaya pokok produksi listrik kita," papar Prabowo.
Rencana pembangunan PLTS berskala besar ini disampaikan Prabowo sebagai bagian dari strategi kemandirian energi nasional. Penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2027 ini digelar dalam rangka pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 DPR RI.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Prabowo Subianto, Presiden Indonesia, RAPBN 2027, dan Nota Keuangan dengan mengeklik tautan.







Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.