iklan periskop
Infrastruktur

Prabowo: RI Butuh 15-20 Tahun Bangun Giant Sea Wall Pantai Utara Jawa

Presiden Prabowo Subianto umumkan pembangunan Giant Sea Wall di pantai utara Jawa, butuh 15-20 tahun, untuk lindungi puluhan juta warga dari naiknya laut

1 jam yang lalu · 3 mnt baca
Proyek Giant Sea Wall
Ilustrasi proyek tanggul laut raksasa (giant sea wall) di pesisir Jakarta. Image generated by AI
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul raksasa di sepanjang pantai utara Pulau Jawa. Pengumuman ini disampaikan dalam Penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2027.

Prabowo menegaskan pembangunan tanggul tersebut sebagai kebutuhan mendesak yang tidak boleh menunggu terjadinya bencana terlebih dahulu. Ia menyampaikan urgensi proyek ini sebagai langkah antisipatif jangka panjang.

"Kita juga harus membangun giant sea wall, tanggul besar untuk mengamankan pantai utara Pulau Jawa. Ini mutlak harus kita lakukan. Jangan kita tunggu bencana datang," kata Prabowo dalam Penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2027, Jakarta, Jumat (14/8).

Ia mencontohkan keberhasilan Belanda dalam membangun infrastruktur perlindungan pantai serupa sebagai referensi kebijakan Indonesia. Prabowo menyebut Giant Sea Wall Belanda kini melindungi jutaan penduduk sekaligus menjadi simbol kemajuan teknologi negara tersebut.

"Kita harus belajar dari negara lain. Negara Belanda membangun infrastruktur perlindungan jangka panjang tanpa perlu menunggu bencana. Giant Sea Wall di Belanda kini melindungi jutaan penduduk Belanda. Dan menjadi simbol kemampuan teknologi nasional Belanda," ujar Prabowo.

Ia menegaskan urgensi pembangunan tanggul di pantai utara Jawa untuk melindungi jutaan warga pesisir dari ancaman kenaikan permukaan air laut. Prabowo mengungkap kondisi puluhan ribu hektar lahan yang sudah mulai tenggelam.

"Giant Sea Wall kita di pantai utara Jawa harus kita bangun segera dan menjadi sabuk perlindungan bagi jutaan warga pantura Jawa. Untuk menyelamatkan puluhan ribu hektar yang sudah mulai tenggelam oleh naiknya laut," tegas Prabowo.

Ia menjelaskan fungsi tambahan yang diharapkan dari proyek tersebut, di luar sekadar perlindungan bencana. Prabowo menyebut Giant Sea Wall juga akan berfungsi sebagai infrastruktur air bersih dan jalur pertumbuhan ekonomi baru, dengan dukungan teknologi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional.

"Giant Sea Wall kita di pantai utara Jawa harus menjadi infrastruktur air bersih. Harus menjadi jalur pertumbuhan baru. Dan proyek rekayasa yang membangun kemampuan anak bangsa. Brin telah menghasilkan terobosan-terobosan teknologi yang akan kita gunakan untuk Giant Sea Wall ini," papar Prabowo.

Ia mengungkap estimasi waktu penyelesaian proyek yang membutuhkan waktu cukup panjang. Prabowo merinci pembagian proyek tersebut ke dalam beberapa segmen pembangunan.

"Proyek Giant Sea Wall ini akan butuh 15 hingga 20 tahun untuk kita selesaikan pembangunan Giant Sea Wall ini. Pembangunan ini kita rencanakan dibagi 15 segmen. Dari Banten sampai Jawa Timur. Sampai Gresik. Dan jika dilaksanakan serentak sesungguhnya mungkin berkurang dari 20 tahun," tambah Prabowo.

Ia menegaskan besarnya taruhan yang menyertai proyek ini, baik dari sisi kemanusiaan maupun perekonomian nasional. Prabowo menyoroti konsentrasi industri di sepanjang pantai utara Jawa yang turut terancam oleh persoalan kenaikan air laut. Penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2027 ini digelar dalam rangka pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 DPR RI.

"Ini menyangkut hajat hidup puluhan juta rakyat kita yang hidup di pantura. Dan kita harus ingat berapa persen industri kita ada di kawasan-kawasan di pantai utara mulai Jawa Barat sampai ke Jawa Timur. Jadi masa depan industri kita juga dipertaruhkan," pungkas Prabowo.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Prabowo Subianto, Presiden Indonesia, Nota Keuangan, dan RAPBN 2027 dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.