iklan periskop
Industri

Fasilitas Mobil Nasional RI Rampung, Produksi Massal Mulai 2028

Presiden Prabowo Subianto ungkap mobil nasional RI ditarget produksi massal akhir 2028 dengan fasilitas sudah dibangun di Subang, dibiayai lewat DDMF

1 jam yang lalu · 4 mnt baca
Fasilitas Mobil Nasional RI Rampung, Produksi Massal Mulai 2028
Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR dan DPD RI 2026, Jakarta, Jumat (14/8). Foto: Setpres.dok
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Presiden Prabowo Subianto mengungkap progres pembangunan proyek mobil nasional yang ditarget mulai produksi massal pada akhir 2028. Pengungkapan ini disampaikan dalam Penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2027.

Prabowo menjelaskan, proyek mobil nasional menjadi salah satu contoh konkret pemanfaatan dana kedaulatan Indonesia yang dikelola secara disiplin dan profesional. Ia menyebut proyek tersebut sebagai bagian dari instrumen pembiayaan jangka panjang yang baru diperkenalkannya.

"Melalui DDMF dana kedaulatan Indonesia akan ditanamkan secara disiplin dan profesional. Sebagai contoh, pada proyek mobil nasional," kata Prabowo dalam Penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2027, Jakarta, Jumat (14/8).

Ia merinci target waktu produksi massal beserta lokasi fasilitas produksi yang telah rampung dibangun. Prabowo menyebut Subang sebagai lokasi pembangunan fasilitas mobil nasional tersebut.

"Kita rencanakan mobil nasional kita, kita produksi secara massal di akhir tahun 2028. Fasilitas sudah dibangun di daerah Subang," ujar Prabowo.

Ia menambahkan perkembangan proyek serupa di sektor kendaraan roda dua yang sudah lebih dulu berjalan. Prabowo menjelaskan keterlibatan sejumlah perusahaan swasta dan badan usaha milik negara dalam ekosistem tersebut.

"Proyek motor nasional juga telah kita luncurkan. Ekosistem motor nasional sudah bekerja. Dua perusahaan swasta besar telah bekerja. Dua BUMN juga telah mulai produksi motor listrik," tegas Prabowo.

Progres proyek mobil dan motor nasional ini disampaikan Prabowo sebagai bagian dari strategi besar pengembangan industri otomotif dalam negeri. Penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2027 ini digelar dalam rangka pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 DPR RI.

Insentif Sepeda Motor Listrik

Presiden Prabowo Subianto juga mengumumkan insentif besar bagi perusahaan yang mampu memproduksi satu juta motor listrik di dalam negeri. Pengumuman ini disampaikan dalam Penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2027.

Prabowo menegaskan langkah ini sebagai bagian dari upaya mempercepat proses elektrifikasi mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi subsidi bahan bakar minyak secara signifikan. Ia mengingatkan kembali peluncuran ekosistem motor listrik nasional yang telah dilakukan sebelumnya.

"Tadi saya sebut kita akan cepat proses elektrifikasi mobilitas rakyat. Subsidi BBM harus kita kurangi secara signifikan. Untuk itu pemerintah yang saya pimpin kemarin telah meluncurkan ekosistem motor listrik nasional," kata Prabowo.

Ia merinci besaran target produksi yang akan mendapat insentif dari pemerintah. Prabowo menegaskan insentif tersebut khusus diberikan bagi perusahaan Indonesia yang memproduksi motor listrik di dalam negeri.

"Hari ini kita umumkan kita akan beri insentif yang cukup besar untuk mereka yang bisa membangun satu juta motor listrik yang diproduksi di dalam negeri oleh perusahaan Indonesia," ujar Prabowo.

Ia menjelaskan tiga tujuan strategis yang ingin dicapai melalui kebijakan tersebut. Prabowo merinci dampak yang diharapkan, mulai dari penurunan biaya kendaraan hingga penguatan industri dalam negeri secara menyeluruh.

"Kebijakan ini mempunyai tiga tujuan sekaligus. Menurunkan biaya kendaraan untuk rakyat, mengurangi konsumsi bahan bakar impor, dan membesarkan industri motor listrik nasional beserta rantai pasok baterai, komponen, perangkat lunak, serta layanan purna jualnya," tegas Prabowo.

Ia mengungkap kesiapan Indonesia dari sisi bahan baku baterai kendaraan listrik yang dinilainya sudah hampir lengkap. Prabowo menyebut hal ini sebagai modal penting bagi pengembangan industri motor listrik nasional.

"Kita telah memiliki hampir semua unsur dalam baterai untuk kendaraan listrik. Hampir semua," papar Prabowo.

Ia menjelaskan tiga manfaat sekaligus yang akan dirasakan bangsa dari setiap unit motor listrik buatan dalam negeri yang beroperasi di jalan raya. Prabowo merinci manfaat pertama berupa penghematan biaya bagi keluarga pengguna.

"Setiap motor listrik buatan anak-anak Indonesia yang berjalan di jalan Indonesia memiliki tiga kemenangan bagi bangsa kita. Pertama penghematan bagi rakyat. Penghematan bagi keluarga mereka," tambah Prabowo.

Ia memperkirakan besaran penghematan biaya yang akan dinikmati masyarakat dibanding penggunaan motor berbahan bakar minyak. Prabowo menyebut potensi penurunan biaya yang signifikan, bahkan bisa mencapai lebih dari separuh pengeluaran saat ini.

"Kita perkirakan mereka akan bayar lebih 50 persen lebih rendah dari pengeluaran yang mereka lakukan sekarang untuk motor BBM. Bahkan bisa nanti turun hanya 30 persen dari biaya yang mereka keluarkan sekarang," jelas Prabowo.

Ia menutup pemaparan ini dengan menyebut dua manfaat lain di luar aspek penghematan biaya rumah tangga. Insentif produksi motor listrik ini disampaikan Prabowo sebagai bagian dari strategi besar elektrifikasi transportasi nasional. Penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2027 ini digelar dalam rangka pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 DPR RI.

"Pengurangan impor energi dan yang sangat penting, pekerjaan dan penghasilan bagi anak-anak Indonesia," pungkas Prabowo.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Prabowo Subianto, Presiden Indonesia, Nota Keuangan, dan RAPBN 2027 dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.