banner-sheroes-yoga
Energi

Pipa Minyak Arab Saudi Dibom, Harga Global Melonjak

Penutupan Pipa Timur-Barat usai serangan drone bikin pasokan minyak Arab Saudi terancam, harga Brent dan WTI melonjak drastis di pasar global.

Pipa Minyak Arab Saudi Dibom, Harga Global Melonjak
Ilustrasi Pengeboran MInyak. Foto: Envato
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Arab Saudi menutup Pipa Timur-Barat usai serangan drone dari wilayah Irak, memicu ancaman krisis pasokan minyak global. Penutupan ini berpotensi memangkas hingga 4% pasokan minyak dunia, di tengah perang enam bulan Amerika Serikat dan Iran yang sudah membuat pasar minyak babak belur.

Pemerintah Arab Saudi mengumumkan penutupan pipa tersebut usai gempuran pesawat tanpa awak menghantam fasilitas dan menimbulkan korban luka. Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Presiden AS Donald Trump menuding kelompok proksi dukungan Iran di Irak sebagai dalangnya, tudingan yang langsung dibantah Kementerian Luar Negeri Iran.

"Akan benar-benar menjadi malapetaka jika pipa Timur-Barat tidak dapat segera diperbaiki dan dioperasikan kembali. Sejauh ini rute tersebut adalah rute paling penting di mana Arab Saudi dapat mengalihkan aliran minyak mentahnya," tutur Presiden sekaligus salah satu pendiri Rapidan Energy Group, Bob McNally, dikutip dari CNN, Selasa (15/9).

Sebelum dibom, jaringan Pipa Timur-Barat mampu memompa rata-rata sekitar 6 juta barel minyak mentah per hari, nyaris menyentuh kapasitas puncaknya di 7 juta barel per hari. Pipa ini membentang hingga pelabuhan Yanbu di Laut Merah, jalur krusial untuk mengalihkan minyak mentah Saudi dari zona konflik Teluk Persia.

Salah satu pendiri Energy Aspects, Richard Bronze, menyebutkan pipa tersebut punya fungsi ganda, yakni mengekspor minyak mentah sekaligus memasok kilang di pantai barat Arab Saudi yang produknya diolah jadi solar. "Para pedagang saat ini bahkan lebih sensitif terhadap gangguan di pasar produk olahan karena ukurannya lebih kecil dan juga menderita karena serangan Ukraina terhadap kilang Rusia mengurangi pasokan," paparnya.

Dampak krisis penyulingan ini langsung memukul ekonomi AS. Presiden Lipow Oil Associates, Andy Lipow, memperkirakan penutupan pipa yang berkepanjangan bisa mendorong harga solar AS, yang pekan lalu sudah menembus US$6 per galon, naik melampaui US$6,50 per galon.

Situasi kian genting setelah pemberontak Houthi di Yaman berhasil merebut kota pelabuhan Mocha dan Pulau Perim di Selat Bab al-Mandeb. Jalur air sempit ini sebelumnya berfungsi sebagai rute alternatif ekspor minyak Saudi ketika Selat Hormuz diblokade. Kombinasi cengkeraman Houthi atas Laut Merah dan penutupan pipa Saudi memicu ketakutan bahwa seluruh katup pelarian utama minyak di kawasan itu bakal tertutup rapat.

Kekhawatiran itu langsung tecermin di pasar. Harga minyak mentah berjangka kompak melesat pada perdagangan Senin. Acuan global Brent naik lebih dari 3% menjadi US$108 per barel, sementara acuan AS WTI meroket ke level US$103 per barel.

Analis Minyak Mentah Senior Kpler, Johannes Rauball, mengungkapkan persediaan minyak di Yanbu saat ini tersisa sekitar 15 juta barel. "Dengan mengambil tingkat penarikan rata-rata, itu memberikan waktu sekitar empat hari sebelum tangki kosong," ungkapnya.

Wakil Presiden Pasar Komoditas Rystad Energy, Janiv Shah, memberikan estimasi yang sedikit lebih longgar. Menurutnya, stok di Yanbu diperkirakan bakal habis dalam rentang lima hingga tujuh hari ke depan jika pipa belum juga beroperasi.

Menurut catatan Capital Economics yang terbit Senin, penutupan pipa ini dapat memangkas hingga 4% dari total pasokan minyak global. Penghentian operasional yang bisa berlangsung berminggu-minggu ini dinilai kian mencekik situasi pasar minyak dunia yang sudah menegang.

Richard Bronze dari Energy Aspects sebenarnya masih optimistis Arab Saudi bakal mampu melanjutkan sebagian aliran minyak lewat pipa sembari melakukan perbaikan. Namun ia mengingatkan, pemadaman total yang berlangsung lama akan membawa konsekuensi mematikan. "Kerugian yang berlarut-larut akan mengubah krisis yang berjalan lambat ini menjadi kobaran api yang cepat," pungkasnya.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai harga minyak, dan harga minyak dunia dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.