Indonesia-Rusia Perkuat Kerja Sama Tata Kelola dan Pelayanan Jemaah Haji
Indonesia dan Rusia resmi menjajaki kerja sama tata kelola ibadah haji, melingkupi digitalisasi Siskohat hingga pembiayaan jemaah.

Periskop.id - Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf menerima kunjungan resmi dari delegasi Dewan Federasi Majelis Federal Rusia di Jakarta, Jumat (21/8).
Pertemuan tingkat tinggi ini berfokus pada kolaborasi strategis terkait tata kelola, sistem pembiayaan, hingga digitalisasi layanan jemaah.
Ia didampingi Dirjen Bina Penyelenggaraan Haji Puji Raharjo serta staf ahli kementerian saat menyambut utusan asing tersebut. Menurutnya, kerja sama ini menjadi sarana bertukar pengalaman teknis dalam mengelola operasional ibadah saban tahunnya.
"Indonesia memiliki jumlah pendaftar yang sangat besar. Karena itu, sistem informasi dan sistem antrean menjadi sangat penting agar seluruh proses dapat dikelola secara terstruktur," ujar Menhaj.
Guna menopang kapasitas besar tersebut, Irfan memaparkan peran penting Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat). Penggunaan platform ini terbukti mempermudah pendataan, registrasi awal, hingga penataan nomor porsi secara presisi.
Ia menambahkan, calon jemaah cukup menyetorkan dana awal Rp25 juta via Bank Penerima Setoran untuk mengamankan nomor antrean.
Langkah tersebut dinilai efektif menata distribusi kuota nasional sehingga rata-rata masa tunggu berkisar 26 tahun.
Selain isu internal, kedua pihak turut menyinggung tantangan ekonomi global seperti fluktuasi avtur dan tarif penerbangan. Hambatan mekanisme transfer dana antarnegara akibat tekanan sanksi internasional juga menjadi perhatian bersama.
Irfan menegaskan komitmen Indonesia yang terbuka untuk membagikan formula digitalisasi serta manajemen misi haji di Arab Saudi. Menurutnya, urusan peribadatan harus ditempatkan di atas kepentingan politik demi kemanusiaan.
"Dalam urusan haji, yang utama adalah bagaimana memastikan umat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman. Pelayanan jemaah merupakan kepentingan bersama yang dapat mempertemukan banyak negara," pungkas Menhaj.
Perwakilan Rusia yang dipimpin Hon. Ilyas Magomed-Salamovich Umakhanov mengaku tertarik mempelajari manajemen jemaah skala masif milik Indonesia.
Menurut delegasi Rusia, pengalaman Indonesia mengurus kuota 221 ribu orang dengan lima juta pendaftar sangat krusial untuk dicontoh.
Delegasi Rusia turut membedah skema pembiayaan terpadu yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Penggabungan sistem registrasi dan alokasi dana operasional milik Indonesia disebut sebagai model pengelolaan yang sangat ideal.
Di sisi lain, Umakhanov menerangkan bahwa Rusia saat ini mendapatkan jatah kuota sekitar 25 ribu jemaah. Sebagian besar jemaah asal Negeri Beruang Merah tersebut didominasi oleh warga kawasan Kaukasus Utara.
Ia menyebutkan tantangan utama penyelenggaraan haji di Rusia bersumber dari kendala geografis yang amat luas. Geografi yang membentang luas tersebut dinilai menyulitkan koordinasi logistik dan moda transportasi jemaah.
Ibadah haji di Rusia sendiri tercatat berkembang pesat pasca-era Uni Soviet meski belum memiliki sistem antrean terintegrasi.
Pertemuan ini diakhiri dengan penyerahan undangan kunjungan balasan dari Rusia kepada Kemenhaj guna menindaklanjuti potensi kerja sama teknis.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Haji, dan rusia dengan mengeklik tautan.





Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.