Hasil Uji Sampel Ekshumasi Sutrimo 3 Minggu Lagi, Dokter Lacak Jejak Busa di Mulut
Tim forensik memperkirakan hasil uji laboratorium sampel organ jenazah Sutrimo keluar dalam 2–3 minggu. Pemeriksaan toksikologi, DNA, histopatologi, dan swab dilakukan untuk mengun...

Periskop.id – Tim Kedokteran Forensik memperkirakan hasil uji laboratorium sampel organ jenazah Sutrimo akan keluar dalam kurun waktu dua hingga tiga minggu ke depan. Pengujian mendalam ini dilakukan untuk melacak penyebab pasti kematian korban, termasuk menyisir jejak busa yang sempat keluar dari mulut dan hidung almarhum.
Ketua Tim Forensik Prof. Dr. Yudi menjelaskan, durasi pengujian laboratorium memakan waktu beberapa pekan lantaran banyaknya sampel organ yang diambil, meliputi uji histopatologi, toksikologi, hingga DNA.
“Jadi perkiraan, ini perkiraan, antara sekitar 2 sampai 3 minggu. Itu artinya pemeriksaan laboratoriumnya bisa terselesaikan semua,” kata Yudi, di Banyumas, Rabu (12/8).
Yudi menerangkan, ketelitian ekstra dalam pemeriksaan laboratorium ini sangat krusial. Sebab, kondisi jenazah Sutrimo yang dimakamkan sejak 23 Juli 2026 lalu telah mengalami proses pembusukan lanjut.
“Di ilmu kedokteran forensik ini sudah masuk pada proses pembusukan lanjut. Sehingga secara visual itu hampir semua sama warnanya dan semuanya. Sehingga ini perlu dilakukan pemeriksaan secara laboratorium secara detail,” ujarnya.
Guna memastikan penyebab kematian secara ilmiah, tim ahli mengambil puluhan sampel dari ujung kepala hingga area badan bagian bawah. Beberapa organ yang diambil, seperti lambung, jantung, kulit yang dicurigai terdapat kelainan, hingga swab.
Tindakan swab tersebut dilakukan secara khusus untuk memverifikasi laporan keluarga mengenai adanya temuan busa pada mulut dan hidung Sutrimo saat pertama kali ditemukan.
“Jenazah Sutrimo ini mengeluarkan swab apa, mengeluarkan buih ya dari hidung dan mulutnya pada saat dia meninggal. Namun pada waktu kami ekshumasi tadi, sudah tidak ada,” tutur dia.
Meskipun secara visual buih tersebut sudah menghilang akibat proses pembusukan alami, tim forensik tetap mengambil sampel swab dari area rongga mulut dan hidung untuk mendeteksi kandungan zat sisa di laboratorium.
“Tapi kami mencoba melakukan tadi, pemisahan laboratorium mengambil dengan cara men-swab ya, apakah di situ masih ada sisa-sisa dari yang terkandung dari ini. Kita tunggu dari hasil laboratorium tersebut, apakah itu dari toksikologi ataupun dari pemeriksaan DNA-nya ataupun dari pemeriksaan histopatologinya,” ujarnya.
Yudi menegaskan, pelibatan uji laboratorium secara menyeluruh ini bertujuan untuk mengungkap kematian korban berdasarkan pembuktian ilmiah.
“Kami mengupayakan semaksimal mungkin untuk mengungkap kasus ini, untuk menentukan sebab kematiannya secara scientific, secara ilmiah. Jadi kalau tidak salah itu ada puluhan, sampel yang kami ambil,” ungkapnya.
Proses ekshumasi dan otopsi ini digelar untuk mengurai teka-teki kematian Sutrimo yang ditemukan tidak sadarkan diri di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7). Korban dinyatakan meninggal dunia saat tiba di RS Muhammadiyah Taman Puring usai diantar menggunakan ambulans. Polisi terus mendalami latar belakang sosok yang diduga merupakan Kepala Rumah Tangga (Karumga) Febrie Adriansyah tersebut.
Penyidikan kasus ini juga menyasar spekulasi publik terkait sosok pria bernama Febrio Adiono yang tertulis sebagai pengantar jenazah di dokumen rumah sakit. Pihak keluarga mengaku tidak mengenal sosok yang mengeklaim sebagai kerabat korban tersebut.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai sutrimo, dan Febrie Adriansyah dengan mengeklik tautan.



Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.