iklan periskop
Humaniora

Kisah Margarelita Roy, Perempuan NTT Penerima Bansos Beras dan Minyak

Presiden Prabowo Subianto undang Margarelita Roy dari Kupang, perempuan yang tak pernah sekolah dan kini merawat neneknya, sebagai penerima bansos atensi.

1 jam yang lalu · 2 mnt baca
Kisah Margarelita Roy, Perempuan NTT Penerima Bansos Beras dan Minyak
Penerima bantuan sosial atensi, Margarelita Roy hadir dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI 2026. Foto: Tangkapan layar TV Parlemen
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Presiden Prabowo Subianto mengundang seorang perempuan asal Kupang, Nusa Tenggara Timur, bernama Margarelita Roy untuk hadir dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI 2026. Kehadiran Margarelita disampaikan sebagai gambaran nyata perjuangan hidup penerima bantuan sosial atensi.
Prabowo menceritakan latar belakang hidup Margarelita yang penuh keterbatasan sejak masa kecilnya. Ia menyebut Margarelita tidak pernah memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan formal.
"Hadir pula Ibu Margarelita Roy dari Kupang, Nusa Tenggara Timur. Sejak kecil ia hidup dalam kesulitan dan tidak pernah mengenyam pendidikan," kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8).
Ia menjelaskan kondisi terkini Margarelita yang tetap harus bekerja keras di usia dewasa sambil menanggung tanggung jawab merawat anggota keluarga lanjut usia. Prabowo merinci usia Margarelita dan kerabat yang dirawatnya.
"Pada usia 38 tahun ia masih berdagang serta merawat tantunya yang sudah berusia 80 tahun," ujar Prabowo.
Ia menyebut program bantuan sosial atensi menjadi penopang utama bagi keberlangsungan hidup keluarga Margarelita. Prabowo merinci jenis bantuan yang diterima keluarga tersebut dari pemerintah.
"Bantuan sosial atensi berupa beras dan minyak menjadi penopang keluarganya," tegas Prabowo.
Ia menegaskan kembali prinsip dasar kehadiran negara melalui program bantuan sosial bagi masyarakat seperti Margarelita. Prabowo menyampaikan filosofi yang sama dengan yang ia sampaikan untuk penerima manfaat lain dalam pidatonya.
"Negara hadir bukan untuk menggantikan kerja keras rakyat. Negara hadir agar kerja keras rakyat tidak sia-sia," papar Prabowo.
Kisah Margarelita ini disampaikan Prabowo berdampingan dengan kisah penerima manfaat bantuan sosial lain dari berbagai daerah di Indonesia. Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI 2026 digelar menjelang peringatan HUT RI ke-81 pada 17 Agustus.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Prabowo Subianto, bantuan sosial, dan Sidang Tahunan MPR dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.