Periskop.id - Penanganan kasus bentrokan antarkelompok warga di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, resmi dilimpahkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. Kepolisian telah mengamankan tiga terduga pelaku utama berinisial S, T, dan U.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung menjelaskan, penanganan perkara yang menewaskan satu orang itu ditarik ke tingkat polda untuk pemeriksaan yang lebih intensif.
"Saat ini proses hukum sedang berlangsung ditangani oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Masih berlanjut. Saat ini secara intensif dilakukan di Polda Metro Jaya," kata Reynold di Jakarta, Senin (27/7).
Sebanyak 15 orang yang sebelumnya diamankan masih menjalani pemeriksaan mendalam, menurut Reynold. Dari belasan orang tersebut, penyidik memfokuskan pendalaman pada tiga terduga pelaku awal yang teridentifikasi melakukan perbuatan pidana di lokasi kejadian.
"Dari kemarin yang terindikasi dan teridentifikasi sudah kami lakukan upaya pengamanan dan sejak kemarin masih berlangsung sampai saat ini untuk dilakukan pemeriksaan secara intensif," jelas Reynold.
Penangkapan terhadap S, T, dan U dilakukan untuk mendalami peran masing-masing dalam kerusuhan tersebut. Reynold menegaskan, proses pemeriksaan difokuskan pada perbuatan yang dilakukan ketiganya di lokasi kejadian.
"Iya, tiga orang yang awal untuk S, T, U yang sudah dilakukan untuk pemeriksaan terhadap perbuatan-perbuatan yang dilakukan di lokasi," ungkap Reynold.
Bentrokan antarkelompok warga ini pecah di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Menteng, pada Minggu (26/7) pagi. Insiden tersebut menewaskan seorang pemuda berinisial K (23), sementara satu korban lain berinisial DS mengalami kondisi kritis di RSCM.
Bentrokan turut berujung pada pembakaran satu bangunan semipermanen dan empat unit sepeda motor. Penyelidikan awal mengungkap kerusuhan terpicu percekcokan di gerobak penjual nasi uduk.
Percekcokan bermula usai seorang pengendara sepeda motor menggeber kendaraannya dan tidak terima saat ditegur. Aksi tersebut kemudian memicu massa berkumpul hingga merusak sejumlah tempat usaha di sekitar lokasi.
Tinggalkan Komentar
Komentar