Periskop.id — Kepolisian mengerahkan kekuatan besar untuk mengamankan pembuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Polda Metro Jaya menyiagakan sebanyak 3.269 personel gabungan untuk mengamankan kegiatan Dzikir dan Doa Kebangsaan yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Sabtu (1/8), sebuah acara yang diperkirakan bakal dipadati sekitar 100 ribu peserta dari Jakarta hingga wilayah penyangga.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung mengatakan, seluruh personel harus memahami tugas di titik pengamanan masing-masing serta mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.
"Seluruh personel harus melaksanakan tugas secara profesional, humanis, dan penuh tanggung jawab. Pastikan setiap ring pengamanan berjalan optimal, tidak ada penumpukan massa, serta seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan aman dan nyaman," kata Reynold di Jakarta, Sabtu.
Dihadiri Presiden, Diisi Salawat Bersama Habib Syech
Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian peringatan HUT RI dengan perkiraan dihadiri sekitar 100 ribu peserta serta dihadiri Presiden RI dan sejumlah pejabat negara. Menurut keterangan Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro sebagaimana dikutip Beritasatu.com, acara ini menjadi momentum bersyukur sekaligus simbol persatuan dan kerukunan antarumat beragama, dengan rangkaian utama berupa Selawat Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf dari Solo.
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin, dikutip dari Liputan6.com, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut akan diikuti beragam unsur masyarakat, mulai dari pelajar, santri, mahasiswa, guru, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga aparatur sipil negara lintas kementerian dan lembaga. Berdasarkan catatan LenteraToday.com, acara berlangsung mulai pukul 17.00 hingga 21.30 WIB, dengan masyarakat sudah dapat memasuki kawasan sejak pukul 15.00 WIB melalui pintu masuk yang disediakan di sisi utara dan selatan Monas, sementara peserta yang tidak tertampung di area utama tetap dapat mengikuti jalannya acara melalui layar LED yang tersebar di area luar.
Skema Empat Ring Pengamanan
Reynold menekankan kepada seluruh perwira pengendali untuk melaksanakan pola pengamanan empat ring, pengaturan akses masuk peserta, jalur VVIP, hingga pengamanan kantong parkir dan titik penjemputan bus. Selain itu, ia juga menegaskan pentingnya koordinasi antarpersonel di lapangan, khususnya dalam pengaturan arus kedatangan dan kepulangan peserta.
Menurut dia, bus pengangkut jamaah tidak diperkenankan berhenti terlalu lama di titik penurunan penumpang agar tidak menimbulkan kemacetan, sementara personel di lokasi parkir diminta memastikan proses mobilisasi berlangsung lancar. Kapolres Reynold turut mengimbau masyarakat yang akan menghadiri Dzikir dan Doa Kebangsaan agar mematuhi arahan petugas, menggunakan kantong parkir yang telah disediakan, serta menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
"Kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif," katanya.
Wakapolda: Jangan Anggap Kegiatan Normatif Biasa
Sementara itu, Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono mengingatkan seluruh personel agar memahami plotting masing-masing, menjaga pintu masuk, mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas, serta tetap siaga hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai. Personel juga diminta tidak meninggalkan lokasi penugasan sebelum mendapat perintah dari pimpinan.
Dalam apel sambutan di Monas, sebagaimana dikutip detikNews, Dekananto menegaskan skala penting acara ini kepada jajarannya agar tidak dianggap remeh.
"Perlu saya sampaikan bahwa kegiatan zikir dan doa kebangsaan ini akan dihadiri kurang lebih seratus ribu peserta, dari Jakarta, Jawa Barat, Banten dan wilayah penyangga lainnya. Yang perlu kita garis bawahi bersama bahwa kegiatan ini akan dihadiri oleh Bapak Presiden Republik Indonesia beserta pejabat negara dan undangan VIP," kata Dekananto.
Dzikir dan Doa Kebangsaan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian panjang Bulan Kemerdekaan 2026, yang akan berlanjut dengan penganugerahan tanda jasa dan pidato kenegaraan Presiden pada 14 Agustus, ziarah nasional di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada 15 Agustus, hingga puncaknya berupa Upacara Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka dan Pesta Rakyat di Monas pada 17 Agustus 2026.
Tinggalkan Komentar
Komentar