Periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meninjau langsung Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya, Jawa Timur, untuk memastikan fasilitas pendidikan dan asrama telah layak digunakan oleh para siswa.
Dalam kunjungan pada Sabtu (1/8), Purbaya memeriksa berbagai sarana mulai dari lingkungan asrama, furnitur, meja belajar, ruang kelas, hingga sirkulasi udara. Peninjauan dilakukan untuk memastikan fasilitas yang dibangun menggunakan anggaran negara benar-benar berfungsi dan mendukung kegiatan belajar mengajar.
“Fasilitas sekolah ini harus benar-benar dimanfaatkan dengan baik,” kata Purbaya
Purbaya juga menyusuri rute yang setiap hari dilalui peserta didik dari asrama menuju ruang kelas. Pemeriksaan tersebut tidak hanya berfokus pada kondisi fisik bangunan, tetapi juga kenyamanan dan kesiapan fasilitas sebelum digunakan dalam kegiatan pendidikan berasrama.
Tampung 270 Siswa dari Jenjang SD hingga SMA
Pada tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya menampung 270 peserta didik. Jumlah tersebut terdiri atas 30 siswa SD, 120 siswa SMP, serta 120 siswa SMA, termasuk 98 siswa kelas XI.
Proses pembelajaran dan kehidupan siswa di asrama didukung 131 personel. Rinciannya meliputi 41 guru, 37 wali asuh, 10 wali asrama, dan 43 tenaga pendukung lainnya.
Wali asuh bertugas mendampingi perkembangan dan kebutuhan keseharian siswa, sedangkan wali asrama membantu memastikan ketertiban, keamanan, serta pembentukan karakter selama peserta didik tinggal di lingkungan sekolah.
Seluruh siswa dijaring melalui skema Program Keluarga Harapan untuk menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu. Sekolah Rakyat secara nasional diprioritaskan bagi anak dari keluarga pada kelompok kesejahteraan paling rendah, terutama desil 1 dan desil 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.
Sekolah ini menggabungkan pendidikan jenjang SD, SMP, dan SMA dalam satu kawasan. Selain ruang kelas dan asrama, fasilitas yang disiapkan mencakup laboratorium, ruang guru, toilet, lapangan olahraga, masjid, kantin, serta fasilitas pendukung lainnya.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Surabaya dibangun di atas lahan sekitar 6,6 hektare. Sebelumnya, fasilitas tersebut dirancang menampung sekitar 370 siswa setelah seluruh tahapan perpindahan dan penerimaan peserta didik diselesaikan.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari sebelumnya menilai sarana di sekolah tersebut memiliki standar tinggi dan tidak kalah dari sekolah swasta. Ia menekankan bahwa fasilitas itu justru disediakan bagi anak-anak dari keluarga yang selama ini memiliki keterbatasan mengakses pendidikan berkualitas.
APBN Dukung Operasional Sekolah Rakyat
Selain memastikan kesiapan fasilitas, kunjungan Purbaya juga menjadi bagian dari pengawasan terhadap penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dalam program Sekolah Rakyat.
“Salah satu tugas Kementerian Keuangan adalah memastikan ketersediaan anggaran agar program tersebut dapat berjalan optimal,” kata Purbaya.
Menurut pemerintah, pembiayaan Sekolah Rakyat tidak berhenti pada pembangunan gedung. Anggaran juga dibutuhkan untuk mendukung operasional asrama, kegiatan pembelajaran, tenaga pendidik, makanan siswa, perlengkapan sekolah, serta layanan pendampingan.
Pada awal 2026, pemerintah meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten serta kota. Program tersebut menampung 15.954 siswa dengan dukungan 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan. Pemerintah menargetkan jumlah Sekolah Rakyat bertambah menjadi 500 titik hingga 2029.
Program ini ditempatkan sebagai salah satu strategi memutus kemiskinan antargenerasi. Melalui pendidikan gratis dan sistem berasrama, anak-anak dari keluarga prasejahtera diharapkan memperoleh lingkungan belajar yang stabil tanpa terkendala biaya pendidikan maupun kondisi ekonomi keluarga.
Kesiapan Fasilitas Dikawal di Berbagai Daerah
Pemeriksaan sarana Sekolah Rakyat juga dilakukan di daerah lain menjelang tahun ajaran baru. Di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kementerian Pekerjaan Umum memastikan bangunan utama dan fasilitas pendukung telah selesai untuk menerima 314 siswa.
“Seluruh bangunan utama beserta fasilitas pendukung telah selesai dibangun, sehingga siap menunjang proses pembelajaran maupun kegiatan adaptasi peserta didik di lingkungan sekolah,” kata Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis DIY Haryo Satriawan.
Kementerian Sosial turut membagi pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi siswa baru ke dalam empat gelombang pada 14 Juli hingga 31 Agustus 2026. Skema bertahap itu diterapkan agar kesiapan fasilitas setiap sekolah dapat diperiksa sebelum peserta didik mulai tinggal di asrama.
Dengan kesiapan bangunan, tenaga pendidik, dan pembiayaan operasional, pemerintah berharap Sekolah Rakyat tidak hanya menyediakan pendidikan gratis, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang aman dan berkelanjutan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Tinggalkan Komentar
Komentar