Periskop.id – PT Hyundai Motors Indonesia menargetkan Hyundai NEIRA memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri sekitar 80%. Kendaraan listrik tujuh penumpang tersebut direncanakan mulai dirakit di fasilitas Hyundai Motor Manufacturing Indonesia, Cikarang, Jawa Barat, paling cepat pada akhir 2026.

NEIRA masih berstatus prototipe dan diperkenalkan kepada publik melalui pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show 2026 di ICE BSD City, Tangerang. Model tersebut dikembangkan untuk menyasar kebutuhan mobilitas keluarga Indonesia sekaligus memperkuat lini kendaraan listrik produksi lokal Hyundai.

"TKDN-nya bisa dipastikan kira-kira 80 persen. Produksinya kita harapkan bisa lebih cepat di tahun ini. Kalau misalnya sampai mundur pun ya mungkin di awal-awal tahun depan," kata Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia Fransiscus Soerjopranoto di GIIAS 2026, Rabu (29/7).

Masih Berstatus Target sebelum Produksi Massal

Angka TKDN sekitar 80%masih merupakan target perusahaan karena NEIRA belum memasuki tahap produksi komersial. Nilai akhirnya perlu mengikuti proses penghitungan dan sertifikasi komponen dalam negeri berdasarkan ketentuan Kementerian Perindustrian.

Apabila tercapai, kandungan lokal NEIRA akan berada di atas sejumlah kendaraan listrik produksi Indonesia yang saat ini telah mencatat TKDN lebih dari 60%. Kementerian Perindustrian menyebut peningkatan kandungan lokal dibutuhkan agar investasi kendaraan listrik memberikan dampak lebih luas kepada industri komponen nasional.

President Director PT Hyundai Motors Indonesia Kenny Lee menegaskan pengembangan model tersebut masih berlanjut sebelum diluncurkan secara resmi.

"Saat ini Hyundai Neira masih prototype, tapi kami akan melanjutkan untuk pengembangannya sehingga bisa memenuhi kebutuhan dan gaya hidup konsumen Indonesia saat nanti diluncurkan," kata Kenny.

Hyundai belum mengumumkan spesifikasi produksi, kapasitas baterai, jarak tempuh, pilihan varian, maupun jadwal pasti pemesanan. Karena itu, informasi teknis yang beredar mengenai NEIRA belum dapat dianggap sebagai spesifikasi final sampai perusahaan mengeluarkan pengumuman resmi.

Harga Diklaim Akan Kompetitif

Selain memperbesar kandungan lokal, Hyundai menyiapkan strategi harga agar NEIRA dapat bersaing di tengah semakin banyaknya mobil listrik asal China, Korea Selatan, dan produsen lainnya di Indonesia.

"Kalau dari sisi harga pastinya kita sudah tahu lah kira-kira masyarakat di Indonesia rentang harganya mau di berapa. Dan kita akan masuk ke rentang tadi, yang lebih kompetitif di pasar," ujar Fransiscus.

Perusahaan belum menyebutkan kisaran harga yang dituju. Namun, produksi lokal dan penggunaan komponen dalam negeri berpotensi membantu menekan biaya logistik, impor, serta paparan terhadap fluktuasi nilai tukar.

"Ini akan menjadi kendaraan EV 7-seater Hyundai yang pastinya ini adalah produk lokal, produk Indonesia. Kita akan memperkenalkan EV 7-seater ini secepatnya. Dan mudah-mudahan bisa dalam tahun ini," katanya.

NEIRA akan menempati ceruk kendaraan listrik keluarga tiga baris yang mulai ramai. Konfigurasi tujuh kursi dinilai relevan dengan karakter konsumen Indonesia yang masih mengutamakan ruang kabin, fleksibilitas tempat duduk, dan penggunaan kendaraan bersama keluarga.

Ditopang Ekosistem Baterai Lokal

Target kandungan lokal NEIRA didukung ekosistem produksi Hyundai di Indonesia. Selain pabrik kendaraan di Cikarang, Hyundai Motor Group bersama LG Energy Solution telah membangun fasilitas sel baterai di Karawang dengan kapasitas tahunan 10 gigawatt hour.

Kapasitas tersebut diproyeksikan cukup untuk memasok baterai bagi lebih dari 150 ribu kendaraan listrik berbasis platform E-GMP setiap tahun. Hyundai juga menyatakan penggunaan baterai produksi lokal dapat memperkuat stabilitas pasokan sekaligus meningkatkan daya saing harga kendaraan listrik buatan Indonesia.

Kementerian Perindustrian mencatat produksi mobil listrik nasional meningkat dari 1.082 unit pada 2021 menjadi 23.934 unit pada 2025. Kenaikan lebih dari 22 kali lipat tersebut terjadi ketika total produksi kendaraan bermotor nasional justru menurun dibandingkan puncaknya pada 2022.

Masuk saat Pasar Mobil Listrik Tumbuh Pesat

NEIRA disiapkan ketika permintaan kendaraan listrik nasional terus meningkat. Data Gaikindo menunjukkan penjualan mobil listrik berbasis baterai mencapai 103.931 unit sepanjang 2025, naik dari 43.188 unit pada 2024.

Pada kuartal I 2026, penjualan BEV kembali melonjak 95,9% secara tahunan menjadi 33.150 unit. Pertumbuhan tersebut memperlihatkan pasar semakin besar, tetapi persaingan harga dan pilihan model juga menjadi lebih ketat.

Hyundai hanya memamerkan prototipe NEIRA selama dua hari, yakni 29 dan 30 Juli 2026. Penampilan singkat itu digunakan untuk memperkenalkan arah pengembangan produk sebelum perusahaan menyelesaikan desain, spesifikasi, dan kesiapan produksinya.

Apabila produksi dapat dimulai sesuai target, NEIRA akan menambah daftar kendaraan listrik Hyundai yang dibuat di Indonesia sekaligus menjadi model tujuh penumpang lokal dengan target TKDN tertinggi dalam portofolio perusahaan.