Periskop.id - BNI Sekuritas merilis enam rekomendasi saham pilihan untuk perdagangan Selasa (28/7/2026). Rekomendasi ini muncul setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,17% ke level 6.185,78 pada perdagangan sehari sebelumnya.

Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menjelaskan, pelemahan IHSG pada Senin (27/7/2026) itu dibarengi aksi jual bersih asing senilai Rp492 miliar. Menurutnya, saham-saham yang paling banyak dilepas asing antara lain TPIA, EMAS, BBRI, ASII, dan DSSA.

"Support IHSG berada di level 6.050-6.150 dan resistance IHSG di posisi 6.200-6.220," kata Fanny dalam keterangannya, Selasa (28/7).

Fanny memaparkan, IHSG berpeluang menguji resistance di 6.220 pada perdagangan hari ini. Namun ia mengingatkan, indeks rentan kembali terkoreksi dengan target jangka menengah di kisaran 6.050-6.150.

Di tengah proyeksi tersebut, BNI Sekuritas tetap membidik sejumlah saham untuk dikoleksi. Enam saham itu tersebar dari sektor pertambangan, energi, pembiayaan, hingga teknologi.

Saham pertama adalah PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL). Rekomendasinya speculative buy dengan area beli di Rp840, cutloss di bawah Rp830, dan target terdekat Rp860-Rp890.

Saham kedua PT Indika Energy Tbk (INDY) direkomendasikan buy if break di level Rp2.630, dengan target dekat Rp2.680-Rp2.770. Cutloss dipatok di bawah Rp2.540.

Selanjutnya PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) masuk kategori speculative buy dengan area beli Rp765-Rp780. Target terdekatnya Rp805-Rp835, sementara cutloss di bawah Rp750.

PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) juga mendapat rekomendasi speculative buy di area Rp143-Rp146. Target dekatnya Rp150-Rp154 dengan cutloss di bawah Rp141.

PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) direkomendasikan speculative buy di harga Rp274, dengan target Rp280-Rp288 dan cutloss di bawah Rp268.

Saham terakhir, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), masuk kategori buy on weakness di area Rp216-Rp226. Target terdekatnya Rp230-Rp234, sementara batas cutloss di bawah Rp208.

Keenam rekomendasi ini disusun berdasarkan analisis teknikal BNI Sekuritas atas pergerakan pasar terkini, dengan mempertimbangkan tekanan jual asing yang masih membayangi indeks.