Periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi melemah pada perdagangan Selasa (28/7). Sejumlah analis menilai indeks saham masih berada dalam fase koreksi, meski peluang penguatan jangka pendek tetap terbuka.
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih dibayangi tekanan koreksi. Ia menyebutkan, ada area tertentu yang berpotensi diuji indeks baik saat melemah maupun saat menguat.
"Kami memperkirakan area koreksi IHSG berada di kisaran 6.074-6.146," ujar Herditya dalam riset hariannya, Selasa (28/7).
Herditya memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 6.111 dan 6.007, dengan resistance di level 6.599 dan 6.705 pada perdagangan hari ini. Ia turut merekomendasikan empat saham untuk dicermati investor, yakni HRTA, INDY, PGEO, dan WIFI.
Penilaian senada disampaikan Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova. Ia memperkirakan indeks saham masih akan bergerak dalam fase koreksi pada perdagangan hari ini, meski peluang rebound jangka pendek dinilai masih terbuka.
"IHSG diperkirakan masih berpotensi melemah hingga menguji support di level 6.074 yang menjadi area penopang kuat. Meski demikian, peluang rebound jangka pendek menuju level 6.335 masih terbuka," kata Ivan.
Ivan memprediksi IHSG bergerak di level support 6.146, 6.074, dan 5.971, dengan resistance di 6.335, 6.545, 6.688, dan 6.835. Ia merekomendasikan tiga saham, yaitu ADMR, ANTM, dan ICBP.
Proyeksi koreksi ini muncul usai IHSG ditutup di level 6.185 pada perdagangan Senin (27/7) sore. Indeks saham melemah 10,64 poin atau minus 0,17% dibanding perdagangan sebelumnya.
Mengutip data RTI Infokom, nilai transaksi investor pada perdagangan Senin tercatat sebesar Rp12,15 triliun. Jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 27,75 miliar saham.
Dari sisi pergerakan saham individual, tercatat 307 saham menguat, 341 saham terkoreksi, dan 147 saham stagnan pada penutupan perdagangan kemarin.
"Jika terjadi penguatan, indeks berpeluang menguji area 6.262-6.299," tutur Herditya.
Tinggalkan Komentar
Komentar