Periskop.id – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyatakan dukungan penuh kepada Gianni Infantino untuk kembali mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA periode 2027–2031. Dukungan tersebut didasarkan pada kontribusi FIFA dalam pembangunan infrastruktur, pembinaan pemain muda, dan penguatan ekosistem sepak bola Indonesia.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai hubungan antara Indonesia dan FIFA telah berkembang melampaui relasi antara federasi nasional dan badan pengatur sepak bola dunia.

“Bagi Indonesia, FIFA di bawah kepemimpinan Gianni Infantino bukan sekadar badan pengatur global, melainkan mitra strategis yang hadir secara riil dalam pembangunan sepak bola kita,” kata Erick dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (6/8). 

Infantino telah mengumumkan akan kembali maju dalam pemilihan Presiden FIFA. Pemungutan suara dijadwalkan berlangsung dalam Kongres FIFA ke-77 di Rabat, Maroko, pada 18 Maret 2027. Ia pertama kali memimpin FIFA pada 2016 dan saat ini menjalani masa jabatan hingga 2027.

PSSI Soroti Pembangunan Pusat Latihan di IKN

Salah satu alasan utama PSSI mendukung Infantino ialah pembangunan National Training Centre di Ibu Kota Nusantara. Fase pertama fasilitas tersebut memperoleh pendanaan US$5,4 juta melalui program FIFA Forward.

Dana itu digunakan untuk membangun lapangan rumput alami, lapangan sintetis, asrama, dan ruang ganti di kawasan seluas sekitar 34,5 hektare. Pusat latihan tersebut dirancang untuk mendukung kebutuhan tim nasional, pendidikan pelatih dan wasit, serta pengembangan sepak bola usia muda.

“Tanpa dukungan FIFA, lompatan kemajuan yang kita capai hari ini akan sulit terwujud,” katanya.

Dukungan FIFA juga terlihat dari pembentukan kantor regional di Jakarta. PSSI dan FIFA menandatangani Host Country Agreement pada Juni 2025 untuk memperkuat kedudukan Jakarta sebagai FIFA Hub bagi Asia Tenggara dan Asia Timur.

Kantor tersebut melayani 21 asosiasi anggota di kawasan dan menjadi pusat koordinasi sejumlah program pengembangan sepak bola.

“Ini membuktikan visi Presiden Infantino bahwa pertumbuhan sepak bola tidak boleh terpusat di satu wilayah saja, melainkan harus merata di seluruh dunia,” tuturnya. 

Selain pembangunan infrastruktur, Indonesia telah menjalankan program FIFA Talent Development Scheme, FIFA Football for Schools, dan FIFA Arena. Dua lapangan mini FIFA Arena mulai dibuka di Indonesia pada 2025, sedangkan Football for Schools telah diperkenalkan sejak 2022.

Dukungan Muncul di Tengah Kritik terhadap FIFA

Pernyataan PSSI muncul ketika kepemimpinan Infantino menghadapi tekanan dari sejumlah konfederasi dan federasi nasional. Kritik menguat setelah FIFA mengusulkan penjualan 20% saham sebuah entitas baru yang akan mengelola hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta.

Skema tersebut diproyeksikan menghimpun sekitar US$4,2 miliar, tetapi akhirnya dibatalkan setelah menuai penolakan. UEFA dan Concacaf menyatakan kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Infantino, sedangkan Konfederasi Sepak Bola Asia mengkritik proses pengajuan yang dinilai tidak melalui konsultasi memadai.

FIFA kemudian meminta maaf kepada asosiasi anggotanya dan mengakui proses pembahasan proposal semestinya ditangani secara berbeda. Setelah menggelar pertemuan di Maroko, jajaran manajemen FIFA menyatakan kembali dukungan penuh kepada Infantino.

PSSI sebelumnya mengambil posisi mendukung FIFA dalam polemik tersebut. Erick menyebut FIFA menjalankan sekitar 13 sampai 15 program di Indonesia setiap tahun dengan dukungan senilai US$1 juta hingga US$2 juta.

Meski mendapat penolakan dari sejumlah wilayah, Infantino masih memperoleh dukungan dari Indonesia, Qatar, Kuwait, Lebanon, Sri Lanka, dan Filipina. Sejumlah pengurus senior sepak bola Afrika juga menyatakan dukungan, tetapi Konfederasi Sepak Bola Afrika belum mengumumkan sikap resmi atas pencalonannya.

Setiap Anggota FIFA Memiliki Satu Suara

Pemilihan Presiden FIFA melibatkan 211 asosiasi anggota. Setiap federasi mempunyai satu suara dengan bobot yang sama, terlepas dari ukuran negara maupun kekuatan tim nasionalnya.

Artinya, dukungan PSSI memiliki nilai suara yang sama dengan federasi negara juara dunia seperti Argentina, Brasil, Jerman, dan Spanyol. Hingga awal Agustus 2026, belum muncul penantang resmi yang akan menghadapi Infantino dalam pemilihan 2027.

FIFA juga telah menyetujui anggaran pengembangan sepak bola sebesar US$2,7 miliar untuk periode 2027–2030. Nilai tersebut naik 20% dibandingkan siklus sebelumnya dan akan disalurkan melalui FIFA Forward serta program pengembangan lain.

Erick mengatakan PSSI akan mempertahankan kerja sama dengan FIFA sembari mendorong pembangunan sepak bola yang lebih merata di seluruh negara anggota.

“Intinya, PSSI siap terus bekerja secara konstruktif dengan FIFA dan semua Asosiasi Anggota untuk memajukan pengembangan sepak bola di seluruh dunia, memastikan bahwa visi inklusif sepak bola global terus berlanjut,” tegasnya.

Dukungan PSSI memperlihatkan bahwa manfaat program pembangunan menjadi pertimbangan utama Indonesia dalam menentukan pilihan. Namun, persaingan menuju Kongres FIFA 2027 tetap akan dipengaruhi perdebatan mengenai tata kelola, transparansi, dan arah komersialisasi sepak bola dunia.