Periskop.id - Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir mengumumkan perolehan dana organisasinya. PSSI berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp722 miliar dalam laporan keuangan tahunan periode 2025-2026.
Menurutnya, angka finansial tersebut didapatkan berdasarkan hasil audit resmi internal organisasi. Capaian ini dinilai sebagai bentuk akuntabilitas pengelolaan kas federasi.
"Kami di PSSI senang, pendapatan kami kurang lebih tadi sudah diaudit, kurang lebih tahun ini (memperoleh) Rp722 miliar," kata Erick Thohir dalam konferensi pers Kongres Biasa PSSI di Jakarta, Senin.
Ia mengingatkan agar besaran dana fantastis tersebut tidak disalahartikan oleh masyarakat. PSSI ditegaskannya tetap memerlukan suntikan dana bantuan dari pemerintah.
Erick menilai dukungan pemerintah pusat masih sangat dibutuhkan oleh PSSI. Keterlibatan negara dipandang vital untuk menjaga ritme operasional organisasi.
"Kami juga berbangga, dari Rp722 miliar itu, Rp63 miliar dari APBN. Sisanya benar-benar kami di PSSI bekerja keras untuk pendanaan itu," ungkap Erick.
Ia memaparkan diversifikasi pemasukan PSSI dihimpun dari berbagai lini bisnis strategis. Sektor sponsor serta penjualan hak siar televisi disebut menjadi penyumbang arus kas utama.
Selain itu, penjualan tiket pertandingan tim nasional turut memberikan dampak finansial signifikan. Komersialisasi merchandise resmi juga dikemukakannya sebagai pendorong pendapatan federasi.
Sebagai latar belakang, pemaparan neraca keuangan ini disampaikan langsung dalam ajang tahunan federasi. Kongres Biasa PSSI digelar rutin sebagai wadah evaluasi serta pelaporan kinerja pengurus.
Keterbukaan laporan keuangan ini diharapkan mampu menjaga kepercayaan publik terhadap sepak bola nasional.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar