iklan periskop
Moneter

Tutup Pidato RAPBN 2027, Prabowo: Setiap Rupiah Harus Punya Tujuan

Presiden Prabowo Subianto tutup pidato RAPBN 2027 dengan menegaskan setiap rupiah harus punya tujuan, setiap kebijakan harus terukur, dan setiap pejabat harus bertanggung jawab.

1 jam yang lalu · 3 mnt baca
Tutup Pidato RAPBN 2027, Prabowo: Setiap Rupiah Harus Punya Tujuan
Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR dan DPD RI 2026, Jakarta, Jumat (14/8). Foto: Setpres.dok
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Presiden Prabowo Subianto menutup pidato penyampaian keterangan pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2027 dengan menegaskan tujuan besar dari seluruh kebijakan yang telah dipaparkannya. Penutup ini disampaikan dalam Penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2027.

Prabowo menegaskan seluruh rangkaian kebijakan yang diumumkannya, mulai dari bursa komoditas hingga insentif motor listrik, memiliki satu benang merah yang sama. Ia menyebut tujuan akhir dari seluruh kebijakan tersebut adalah mengubah kekayaan alam menjadi kekuatan bangsa.

"Seluruh kebijakan yang kita lakukan memiliki satu tujuan. Mengubah kekayaan Indonesia menjadi kekuatan Indonesia," kata Prabowo dalam Penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2027, Jakarta, Jumat (14/8).

Ia menegaskan orientasi pembangunan yang dijalankan pemerintahannya tidak sekadar mengejar angka pertumbuhan statistik semata. Prabowo menyebut kedaulatan, keadilan, dan pemerataan sebagai tolok ukur yang lebih penting dari sekadar capaian di atas kertas.

"Kita tidak senang membangun ekonomi yang hanya besar dalam statistik. Kita sedang membangun negara yang berdaulat. Dalam keputusan, adil dalam pembagian dan pemerataan, nyata dalam kehidupan rakyat," ujar Prabowo.

Ia menegaskan komitmen menjalankan seluruh kebijakan tersebut dengan disiplin, disertai sejumlah batasan tegas terhadap praktik yang tidak memberi manfaat nyata bagi rakyat. Prabowo merinci tiga prinsip yang harus dipegang dalam pelaksanaan kebijakan.

"Kita akan melaksanakannya dengan disiplin. Tidak boleh ada proyek yang hanya besar pada anggaran tetapi kecil manfaat nyata bagi rakyat. Tidak boleh ada insentif tanpa pekerjaan baru. Tidak boleh ada investasi tanpa transfer teknologi," tegas Prabowo.

Ia menegaskan prinsip akuntabilitas menyeluruh yang harus melekat pada setiap elemen kebijakan, mulai dari anggaran hingga individu pejabat yang menjalankannya. Prabowo menyampaikan hal ini sebagai standar pertanggungjawaban yang harus dipegang teguh.

"Setiap rupiah harus memiliki tujuan. Setiap kebijakan harus memiliki ukuran. Setiap pejabat harus memiliki pertanggungjawaban," papar Prabowo.

Ia menegaskan tugas utama pemerintah adalah melindungi seluruh rakyat dari berbagai ancaman yang mengintai kehidupan mereka. Prabowo merinci sejumlah ancaman yang menjadi fokus perlindungan negara, mulai dari kemiskinan hingga akses layanan kesehatan.

"Tugas pemerintah yang paling utama melindungi segenap tumpah darah rakyat dari semua ancaman. Ancaman kemiskinan. Ancaman bahaya fisik. Ancaman pemutusan hubungan kerja. Ancaman kelaparan. Ancaman tidak dapat pelayanan kesehatan," tambah Prabowo.

Ia menutup pidatonya dengan menyampaikan keterangan resmi pemerintah atas RUU APBN 2027 beserta nota keuangannya kepada DPR RI. Prabowo berharap pembahasan RAPBN 2027 dapat berjalan secara terbuka dan konstruktif demi kepentingan rakyat.

"Demikian keterangan pemerintah atas rancangan undang-undang tentang anggaran pendapatan dan belanja negara tahun anggaran 2027 beserta nota keuangannya. Besar harapan saya agar pembahasan RAPBN 2027 dilaksanakan secara terbuka, konstruktif, berorientasi sepenuhnya kepada kepentingan rakyat dan bangsa," pungkas Prabowo.

Pidato ini menjadi penutup dari rangkaian Penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2027 yang digelar dalam rangka pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 DPR RI.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Prabowo Subianto, Sidang Tahunan MPR, Rupiah, Nota Keuangan, dan RAPBN 2027 dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.