iklan periskop
Internasional

Kemlu Pastikan Seluruh WNI di Kolombia Aman Usai Gempa M7,4

Kemlu RI memastikan seluruh WNI di Kolombia selamat usai gempa magnitudo 7,4 yang menewaskan sedikitnya 111 orang dan merusak ribuan bangunan.

1 hari yang lalu · 2 mnt baca
Seismograph gempa bumi
Ilustrasi - Seismograph gempa bumi. ANTARA/Anadolu
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan seluruh warga negara Indonesia di Kolombia dalam kondisi aman setelah gempa bermagnitudo 7,4 mengguncang negara tersebut pada Senin (10/8). Kepastian ini diperoleh dari hasil pemantauan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bogota terhadap WNI di wilayah terdampak.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah menuturkan, KBRI Bogota telah menjalin komunikasi dengan para WNI yang berada di sejumlah lokasi yang terkena dampak gempa. Hasil pemantauan itu menunjukkan tidak ada WNI yang mengalami cedera maupun kerugian akibat bencana tersebut.

"KBRI Bogota telah menjalin komunikasi dengan WNI yang berada di sejumlah wilayah terdampak. Berdasarkan pemantauan KBRI Bogota, seluruh WNI di Kolombia dilaporkan dalam kondisi aman," kata Heni dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (11/8).

KBRI Bogota dipastikan akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Koordinasi dengan WNI di wilayah terdampak juga bakal terus dilakukan, termasuk menyiapkan langkah darurat apabila terjadi gempa susulan.

Gempa besar tersebut berpusat di wilayah Choco, sekitar 280 kilometer dari Bogota. Guncangannya dirasakan cukup kuat di sejumlah kota besar Kolombia, mulai dari Bogota, Cali, Medellin, Pereira, Manizales, hingga Ibague.

Pemerintah Kolombia merespons cepat dengan mengaktifkan mekanisme tanggap darurat nasional. Sebuah Pos Komando Terpadu dibentuk untuk mengoordinasikan penanganan bencana sekaligus menilai kebutuhan di wilayah yang terdampak.

KBRI Bogota mengimbau seluruh WNI di Kolombia agar tetap waspada. Mereka diminta mengikuti arahan otoritas setempat, memantau informasi dari sumber resmi, dan menjaga komunikasi dengan pihak kedutaan.

Dalam situasi darurat, WNI di Kolombia bisa menghubungi hotline KBRI Bogota di nomor +57 301 9061706.

Dampak gempa ini terbilang parah. Anadolu melaporkan sedikitnya 111 orang tewas, sementara Presiden Kolombia Abelardo De La Espriella menyebutkan setidaknya 87 orang lainnya mengalami luka-luka akibat runtuhnya sejumlah bangunan.

Kerusakan fisik yang ditimbulkan juga signifikan. Sebanyak 1.575 rumah rusak, dengan 37 unit di antaranya hancur total, ditambah 61 bangunan lain yang runtuh.

Fasilitas publik turut terdampak, mulai dari 18 pusat layanan kesehatan, 52 fasilitas pendidikan, 17 pusat kegiatan masyarakat, hingga 18 ruas jalan yang mengalami kerusakan. Pemerintah Kolombia pun telah menetapkan status bencana nasional guna memperkuat mobilisasi dan koordinasi kapasitas kelembagaan dalam menangani situasi darurat ini.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Kementerian Luar Negeri (Kemlu), gempa bumi, dan korban bencana dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.