periskop.id - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei memastikan poin-poin utama naskah nota kesepahaman dengan Amerika Serikat sudah mencapai titik kesepakatan. Pernyataan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump lebih dulu mengklaim kesepakatan damai antara kedua negara nyaris tuntas.

Baghaei mengakui proses penyusunan teks perjanjian terus berjalan, namun menyinggung sikap Washington yang ia nilai kerap tidak konsisten dan berulang kali mengguncang jalannya negosiasi.

Advertisement

"Secara substansi, teks perjanjian tersebut hampir selesai disusun pada bagian-bagian utamanya. Masalahnya adalah sikap Amerika Serikat yang kontradiktif selalu menimbulkan gejolak dan gangguan dalam proses ini," ujar Baghaei seperti dikutip Press TV, Kamis (11/6).

Sebelumnya pada hari yang sama, Trump menyampaikan seluruh poin akhir perjanjian damai antara AS dan Iran sudah disetujui semua pihak yang terlibat, termasuk Israel. Ia juga menyebutkan kesepakatan tersebut berpotensi dirampungkan dalam beberapa hari ke depan.

Sementara itu, portal berita Axios melaporkan perkembangan yang lebih spesifik berdasarkan keterangan sumber-sumbernya. Iran disebut telah menyetujui perjanjian itu di tingkat tinggi.

Namun, persetujuan akhir masih menunggu lampu hijau dari Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, demikian dilaporkan Axios mengutip sumber-sumbernya.

Pernyataan Baghaei mencerminkan nada yang lebih berhati-hati ketimbang klaim Trump. Di satu sisi Tehran mengakui kemajuan substantif dalam teks perjanjian, di sisi lain menempatkan AS sebagai pihak yang kerap memperkeruh proses negosiasi.

Ketegangan antara Iran dan AS telah berlangsung lama, dengan program nuklir Teheran menjadi isu sentral yang memperumit hubungan diplomatik kedua negara selama bertahun-tahun. Upaya perundingan kali ini menjadi salah satu momen paling maju dalam proses diplomasi kedua pihak dalam beberapa waktu terakhir.

Israel, yang turut disebut Trump telah menyetujui poin-poin perjanjian, selama ini merupakan salah satu pihak yang paling kritis terhadap ambisi nuklir Iran di kawasan Timur Tengah.

Berita ini pertama kali dilaporkan kantor berita Sputnik dan RIA Novosti dari Moskow. Perkembangan selanjutnya dari negosiasi ini masih ditunggu, termasuk kepastian sikap resmi Khamenei terhadap rancangan perjanjian yang disebut hampir final tersebut.