iklan periskop
Internasional

Saling Bentrok di Kapal Induk USS Abraham Lincoln, 7 Tentara AS Tewas

Bentrokan maut pecah di kapal induk USS Abraham Lincoln hingga menewaskan tujuh personel Angkatan Laut AS akibat tingginya tekanan penugasan.

1 hari yang lalu · 2 mnt baca
Saling Bentrok di Kapal Induk USS Abraham Lincoln, 7 Tentara AS Tewas
Kapal induk USS Abraham Lincoln. (Dok. US Navy)
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Kantor berita Iran, Tasnim News Agency melaporkan insiden bentrokan maut yang melibatkan para personel Angkatan Laut Amerika Serikat di atas kapal induk USS Abraham Lincoln.

Peristiwa berdarah di kapal tempur yang tengah disiagakan dalam konflik Iran tersebut memakan korban sedikitnya tujuh prajurit tewas serta beberapa lainnya cedera.

Menurut laporan Tasnim, pertikaian hebat ini meletus setelah utusan untuk Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Brad Cooper naik ke atas kapal.

Laporan itu menyebut kedatangan pejabat militer tersebut sebenarnya bertujuan menanggapi gelombang protes awak kapal terkait durasi penugasan yang sangat panjang.

Percekcokan verbal antar-prajurit kemudian memuncak menjadi bentrokan fisik yang tidak terkendali. Senjata tajam seperti pisau dilaporkan turut digunakan dalam konfrontasi berdarah antar-sesama personel militer tersebut.

Sumber militer yang dikutip media tersebut menilai ketegangan di atas kapal induk hingga kini masih sangat tinggi. Situasi internal pun digambarkan berada dalam kondisi krusial yang tidak pasti.

Insiden berdarah ini dinilai menjadi potret nyata dari merebaknya gelombang kelelahan serta frustrasi internal prajurit AS. Tekanan mental tersebut memuncak akibat masa pengerahan kapal induk di medan perang yang melampaui batas wajar.

Hingga saat ini, pihak militer Amerika Serikat maupun Gedung Putih dilaporkan belum memberikan pernyataan atau tanggapan resmi mengenai laporan media Iran tersebut.

Masa tugas kapal induk USS Abraham Lincoln sendiri tercatat telah memasuki hari ke-263 dalam operasi militer di wilayah Samudra Hindia. Kapal perang ini mengemban misi vital untuk memblokir akses jalur laut menuju pelabuhan-pelabuhan Iran.

Dalam rekor operasi modern, kapal induk ini telah bertahan di perairan lepas selama 208 hari tanpa henti. Selama kurun waktu panjang tersebut, armada tempur AS ini tercatat hanya pernah bersandar singkat di Oman pada Juli lalu.

Durasi penugasan ekstrem ini memicu kecemasan mendalam pada keluarga dari sekitar 5.000 pelaut dan Marinir yang berada di kapal. Pihak keluarga dilaporkan makin khawatir terhadap kelelahan fisik, gangguan mental, serta keselamatan jiwa para prajurit.

Kondisi memprihatinkan ini sebelumnya sempat memicu protes terbuka dari keluarga prajurit pekan lalu di San Diego, AS.

Menurut laporan, sekitar 200 kerabat prajurit mengonfrontasi Pelaksana Tugas Menteri Angkatan Laut AS Hung Cao guna menuntut kepastian tanggal kepulangan anggota keluarga mereka.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Amerika Serikat, dan kapal induk dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.