Investasi

BRI Imbau Warga Waspadai Investasi Berimbal Hasil Tinggi

BRI minta masyarakat lebih teliti sebelum tergiur tawaran investasi berimbal hasil tinggi yang berisiko merugikan.

1 jam yang lalu · 2 mnt baca
Bursa Efek Indonesia, Pembukaan Saham, Saham, BEI, IHSG, Indeks Harga Saham Gabungan
Warga memantau pergerakan saham melalui gawainya usai pembukaan perdagangan saham 2026 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (2/1/2026). Periskop/Arief Rachman
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengimbau masyarakat lebih cermat menyikapi tawaran investasi, terutama yang menjanjikan imbal hasil tinggi. Perseroan menilai pemahaman soal karakteristik produk, risiko, dan pihak penawar jadi hal wajib sebelum dana ditempatkan.

Corporate Secretary BRI Dhanny menyebutkan, meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi merupakan tren positif. Menurutnya, informasi yang memadai membantu masyarakat memilih instrumen investasi yang sesuai kebutuhan dan profil risiko masing-masing.

"Imbal hasil yang tinggi tentu menjadi salah satu pertimbangan dalam berinvestasi. Namun sebelum menempatkan dana, masyarakat perlu memahami bagaimana investasi tersebut bekerja, risiko yang menyertainya, serta siapa pihak yang menawarkan produk tersebut," jelas Dhanny dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Ia menambahkan, keputusan investasi bisa diambil lebih bijak kalau informasinya utuh. BRI mengingatkan agar masyarakat mencermati penawaran yang menjanjikan keuntungan tidak wajar dalam waktu singkat, apalagi kalau detail produk dan identitas penawar tidak jelas.

Legalitas pihak yang menawarkan dan otoritas yang mengawasi produk investasi juga perlu dipastikan lebih dulu. BRI menegaskan, penggunaan nama, logo, atau identitas perusahaan maupun institusi tertentu tidak otomatis berarti ada hubungan resmi dengan pihak yang menawarkan investasi.

Kalau masyarakat menerima tawaran investasi dari oknum yang menjanjikan bunga atau imbal hasil tinggi tidak wajar, BRI meminta agar tidak buru-buru mentransfer dana atau memberikan data pribadi dan informasi perbankan.

Verifikasi legalitas pihak penawar wajib dilakukan lebih dulu. Informasi produk juga perlu dicek lewat kanal resmi perusahaan atau lembaga terkait, sekaligus memastikan otoritas mana yang berwenang mengawasi produk tersebut.

Bila ditemukan indikasi penipuan atau penyalahgunaan nama serta identitas BRI, masyarakat diminta menyimpan bukti komunikasi dan transaksi. Laporan bisa disampaikan lewat kanal resmi BRI maupun langsung ke pihak berwenang.

Langkah edukasi ini disampaikan di tengah maraknya tawaran investasi yang bermunculan seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap instrumen keuangan alternatif. BRI menekankan pentingnya kehati-hatian agar masyarakat tidak menjadi korban penipuan berkedok investasi.

"BRI mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menyikapi berbagai penawaran investasi, khususnya yang menawarkan imbal hasil tinggi. Dengan informasi yang memadai, masyarakat dapat mempertimbangkan pilihan investasi dengan lebih bijak," kata Dhanny.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai BRI, pasar modal, strategi investasi, dan investasi dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.