Periskop.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,91% atau 56,24 poin ke level 6.231,78, jelang perdagangan Selasa (21/7). Sejumlah analis memprediksi penguatan indeks komposit masih berlanjut hari ini, meski dalam rentang terbatas.
Tim riset MNC Sekuritas menyoroti posisi IHSG yang disebut berada di akhir wave (c) dari wave [iv] pada label hitam. Kondisi ini dinilai membuat ruang penguatan relatif terbatas, dengan target pengujian area 6.264 sekaligus rawan koreksi ke rentang 5.747-5.935.
"Pada label biru, apabila IHSG mampu break 6.377 maka IHSG akan menguji 6.450-6.545," tulis tim riset MNC Sekuritas dalam risetnya, Selasa (21/7).
Selain proyeksi wave tersebut, MNC Sekuritas juga memetakan level support IHSG di area 6.111 dan 5.839. Sementara level resistance diperkirakan berada di 6.286 dan 6.599.
Dari jajaran big caps, kenaikan tertinggi dicatatkan saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) yang melonjak 9% ke Rp2.120. Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) turut menguat 1,88% menjadi Rp2.710 per saham.
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) juga ikut menguat 1,88% ke Rp815. Sementara PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) naik 1,78% menjadi Rp4.010, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) tumbuh 1,68% ke Rp3.020.
Di luar deretan big caps, saham PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) memuncaki daftar top gainers dengan lonjakan 23,53% dan parkir di level Rp105 per saham.
Berdasarkan proyeksi tersebut, MNC Sekuritas merekomendasikan investor mempertimbangkan opsi buy on weakness untuk tiga saham. Ketiganya adalah PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL), dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL).
Selain rekomendasi buy on weakness, MNC Sekuritas juga menyarankan opsi trading buy untuk saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI).
Berdasarkan data BEI, indeks komposit hari sebelumnya dibuka pada level 6.197,47 dan sempat menyentuh posisi tertinggi di 6.249,90. Tercatat sebanyak 399 saham menguat, 210 saham melemah, dan 185 saham stagnan, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp10.860,65 triliun.
Rekomendasi saham ini disampaikan sebagai bahan pertimbangan investor, bukan ajakan membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar