Periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,37% ke level 6.319 pada perdagangan Selasa (4/8). Penguatan ini didorong oleh saham-saham berkapitalisasi besar, terutama dari sektor perbankan.

Sebanyak 399 saham tercatat menguat, sementara 224 saham terkoreksi dan 170 saham lainnya stagnan. Bank Central Asia (BBCA) memimpin daftar saham teraktif dengan nilai transaksi Rp892,39 miliar, disusul Bank Rakyat Indonesia (BBRI) senilai Rp579,56 miliar.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan total nilai transaksi hari itu mencapai Rp12,96 triliun. Volume perdagangan tercatat 33,49 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,12 juta kali.

Selain BBCA dan BBRI, Chandra Asri Pacific (TPIA) turut masuk jajaran saham teraktif dengan nilai transaksi Rp518,47 miliar. Bank Mandiri (BMRI) mengekor dengan Rp512,01 miliar, sementara Buana Lintas Lautan (BULL) mencatat Rp331,34 miliar.

Kapitalisasi pasar IHSG hingga sore itu tercatat sebesar Rp11.054 triliun. Angka ini menunjukkan skala besar pasar modal domestik di tengah tren penguatan harian.

Dari sebelas sektor yang tercatat di BEI, sembilan di antaranya bergerak di zona hijau. Sektor properti mencatat kenaikan tertinggi sebesar 2,72%, dengan Pantai Indah Kapuk Dua (PANI) melesat 3,23% ke Rp6.400.

Pergerakan bursa Asia pada hari yang sama justru bervariasi. Indeks Nikkei naik 0,32% dan Shanghai Composite tumbuh 0,33%, sementara Hang Seng tergelincir 0,60% dan Straits Times turun tipis 0,029 poin.

Di jajaran top gainers, Sinergi Inti Andalan Prima (INET) naik 4,39% ke Rp238. Indosat (ISAT) menguat 4,46% ke Rp1.990, dan Rans Entertainmen Indonesia (RANS) melonjak 4,85% ke Rp216.

Sebaliknya, sejumlah saham masuk daftar top losers dengan koreksi cukup dalam. Bach Multi Global (BACH) anjlok 14,78% ke Rp865, diikuti Tempo Inti Media (TMPO) yang turun 14,47% ke Rp130.

Niramas Utama (JELI) juga tercatat melemah 7,64% ke Rp725, melengkapi daftar saham dengan kinerja terburuk pada perdagangan hari itu. Variasi pergerakan ini mencerminkan dinamika pasar yang masih fluktuatif di tengah tren penguatan indeks secara keseluruhan.