periskop.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Pusat Krisis Kesehatan kembali memberangkatkan Relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Batch II untuk memperkuat penanganan krisis kesehatan akibat bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh.

Pelepasan gelombang kedua ini merupakan kelanjutan dari penugasan Batch I, yang sebelumnya telah mengerahkan 126 relawan tenaga kesehatan pada 20 Desember 2025 ke sejumlah wilayah terdampak. Para relawan Batch II dijadwalkan bertugas selama 5–18 Januari 2026, dengan fokus utama pada pemulihan layanan kesehatan dan penguatan sistem pelayanan di daerah bencana.

Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan, Prof. Asnawi Abdullah, mengatakan bahwa penugasan relawan dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

“Pagi ini Kementerian Kesehatan kembali melepas Tenaga Cadangan Kesehatan untuk melanjutkan tugas rekan-rekan sebelumnya. Ini merupakan gelombang kedua,” ujar Prof. Asnawi dikutip dari keterangan tertulis Kemenkes

Pada Batch II, sebanyak 366 relawan diberangkatkan dari sejumlah titik dalam beberapa gelombang. Mereka akan memperkuat layanan kesehatan di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bireuen, Pidie Jaya, Gayo Lues, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Utara, yang hingga kini masih membutuhkan dukungan tenaga medis dan kesehatan secara signifikan.

Menurut Prof. Asnawi, kehadiran relawan TCK diharapkan mampu mempercepat pemulihan layanan kesehatan, baik di rumah sakit, puskesmas, maupun layanan kesehatan di lokasi pengungsian dan wilayah terdampak.

“Fokus utama penugasan ini adalah memastikan layanan kesehatan kembali berjalan optimal,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemulihan sektor kesehatan menjadi bagian penting dari upaya memulihkan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat, termasuk mendukung pemanfaatan hunian sementara yang telah diresmikan pemerintah.

“Mudah-mudahan masyarakat terdampak dapat kembali hidup normal, kesehatannya terjaga dengan baik, bisa beraktivitas, bekerja, dan melaksanakan ibadah dengan tenang,” tutup Prof. Asnawi.