Periskop.id - TikTok membenarkan adanya restrukturisasi organisasi di Tokopedia, di tengah kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Sebagai pemegang saham pengendali Tokopedia, TikTok menyebut langkah itu diambil demi menyelaraskan organisasi untuk mendorong pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Restrukturisasi tersebut difokuskan pada divisi riset dan pengembangan atau research and development (R&D). Penyesuaian itu dirancang untuk memperkuat bisnis sekaligus mendukung komunitas kreator dan para penjual yang beroperasi di platform.

"Kami tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan (R&D) pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami," kata Juru Bicara TikTok dalam keterangannya, Jumat (3/7).

Perusahaan mengakui proses ini tidaklah ringan. TikTok menyatakan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh kepada karyawan yang terdampak sepanjang masa transisi berlangsung.

"Ini bukan keputusan yang mudah, dan kami fokus untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekan kami yang terdampak selama masa transisi ini," imbuh juru bicara tersebut.

Di sisi lain, TikTok menegaskan komitmennya untuk terus berinvestasi dalam pengembangan Tokopedia. Langkah restrukturisasi ini dinilai tidak mengurangi keseriusan perusahaan dalam memperkuat platformnya di Indonesia.

TikTok juga menyatakan akan terus memberdayakan pelaku usaha lokal. Tujuannya adalah membangun ekosistem e-commerce yang berkelanjutan di tanah air.

Meski telah membenarkan adanya restrukturisasi, TikTok belum merinci divisi mana saja yang terdampak selain R&D. Jumlah karyawan yang terkena PHK pun belum diungkap oleh perusahaan.

TikTok juga belum mengkonfirmasi angka-angka yang beredar di media sosial terkait besaran karyawan yang terdampak dalam proses tersebut.

Kabar PHK massal di Tokopedia sebelumnya sempat hangat diperbincangkan di berbagai platform media sosial. TikTok selaku pemegang saham pengendali Tokopedia baru memberikan respons resmi pada Jumat (3/7) melalui keterangan tertulis.