Kredit Properti Tumbuh 17,2% pada Mei 2026 versi BI
Bank Indonesia mencatat kredit properti nasional tumbuh 17,2% secara tahunan menjadi Rp1.690,8 triliun per Mei 2026, meski sedikit melambat dari bulan sebelumnya.

Periskop.id - Bank Indonesia (BI) mencatat kredit properti nasional tumbuh 17,2% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp1.690,8 triliun per Mei 2026. Laju pertumbuhannya sedikit melandai dibanding April 2026 yang mencapai 17,5% yoy.
Data tersebut termuat dalam laporan analisis uang beredar BI yang dirilis Selasa (23/6/2026). Pertumbuhan kredit properti itu terjadi seiring kinerja kredit perbankan secara industri yang juga melaju, yakni 11,51% yoy pada Mei 2026, melanjutkan akselerasi dari 9,98% yoy pada April lalu.
Di antara seluruh segmen properti, kredit real estate menjadi satu-satunya yang justru mencatatkan akselerasi. BI mencatat segmen ini tumbuh 14,5% yoy menjadi Rp272,5 triliun, naik dari 13,9% yoy pada bulan sebelumnya.
Berbeda dengan real estate, kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pemilikan apartemen (KPA) justru sedikit melambat. Keduanya tumbuh 4,7% yoy menjadi Rp847,9 triliun, lebih landai dari capaian April yang sebesar 4,8% yoy.
Kredit konstruksi mengalami perlambatan serupa, meski lajunya masih tergolong tinggi. Segmen ini tumbuh 44,6% yoy menjadi Rp570,5 triliun per Mei 2026, turun dari 46% yoy pada April.
Di luar sektor properti, kredit investasi justru melaju lebih kencang. Berdasarkan laporan BI, nilainya mencapai Rp2.673,4 triliun atau tumbuh 20,5% yoy, akselerasi dari 18,4% yoy pada bulan sebelumnya.
Kredit modal kerja juga ikut menguat. Penyalurannya mencapai Rp3.702,5 triliun atau tumbuh 7,9% yoy pada Mei 2026, melanjutkan pertumbuhan 5,8% yoy pada April.
Perlambatan KPR dinilai sejalan dengan tren kredit konsumsi secara keseluruhan. BI mencatat kredit konsumsi hanya tumbuh 5,8% yoy menjadi Rp2.383,1 triliun per Mei 2026, turun dari 6% yoy pada bulan sebelumnya.
Tren melambat juga terjadi pada kredit multiguna, yang tumbuh 8,2% yoy menjadi Rp1.404,1 triliun. Angka itu turun tipis dari pertumbuhan 8,5% yoy pada April 2026.
Kredit kendaraan bermotor (KKB) menjadi segmen yang paling tertekan. BI mencatat KKB masih mengalami kontraksi 9,4% yoy menjadi Rp131,1 triliun per Mei 2026, memperdalam koreksi 9% yoy dari bulan sebelumnya.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Bank Indonesia (BI), Kredit Properti, Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Konstruksi, dan real estate dengan mengeklik tautan.



Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.