iklan periskop
Komoditas

Harga Minyak Dunia Turun, Brent ke US$87,69 Kamis (13/8)

Brent dan WTI melemah lebih dari US$1 per barel setelah OPEC dan IEA memangkas proyeksi permintaan minyak global, meski konflik di Timur Tengah masih membatasi penurunan.

1 jam yang lalu · 2 mnt baca
Harga Minyak Dunia Hari Ini Rabu 19 November Naik 1% jadi Segini
Pengeboran minyak. Foto/Ilustrasi: Envato
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Harga minyak mentah dunia terkoreksi lebih dari US$1 per barel pada perdagangan Kamis (13/8) pagi. Brent melemah ke US$87,69 per barel, sedangkan WTI tergerus ke US$81,97 per barel, setelah sejumlah lembaga energi memangkas proyeksi permintaan global tahun ini.

Berdasarkan laporan Reuters, harga Brent turun US$1,29 atau 1,5% pada pukul 01.00 GMT. WTI AS pun melemah US$1,30 atau 1,6% pada periode yang sama, seiring gangguan pasokan akibat konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran yang masih membatasi penurunan lebih dalam.

"Situasi keamanan navigasi di perairan tersebut semakin memburuk, memaksa kapal mematikan sinyal mereka. Hal ini mengurangi transparansi pelayaran dan menyulitkan pasar untuk melacak serta menilai tingkat pasokan aktual," kata analis Haitong Futures dalam catatan risetnya.

Kekhawatiran itu muncul setelah serangan terhadap kapal terjadi di Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb pada Selasa (11/8). Kedua jalur tersebut merupakan rute utama ekspor minyak dan gas dari Timur Tengah, sehingga gangguan di kawasan ini langsung berdampak pada persepsi risiko pasokan global.

Di sisi permintaan, Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) kembali memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak dunia pada 2026 menjadi 580.000 barel per hari. Angka ini lebih rendah dibandingkan estimasi sebelumnya.

Badan Energi Internasional (IEA) bahkan memproyeksikan konsumsi minyak global akan menyusut 1,6 juta barel per hari tahun ini, lebih dalam dari perkiraan penurunan 1 juta barel per hari pada bulan sebelumnya. IEA menilai, gangguan pasokan bahan bakar dan kenaikan harga akibat perang AS-Israel dengan Iran telah menekan permintaan energi global.

Tekanan tambahan datang dari data Energy Information Administration (EIA) yang menunjukkan persediaan minyak mentah komersial AS melonjak 17,4 juta barel menjadi 424,4 juta barel pada pekan yang berakhir 7 Agustus 2026.

Kenaikan tersebut menjadi yang terbesar sejak Januari 2023 dan jauh melampaui ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters, yang justru memperkirakan persediaan turun 1,4 juta barel. Level persediaan itu juga menjadi yang tertinggi sejak 5 Juni, seiring penurunan ekspor minyak mentah AS.

Di kawasan Teluk, pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang masih menemui jalan buntu. Seorang sumber senior Iran menyebutkan pada Rabu (12/8), belum ada kemajuan dalam upaya menghidupkan kembali kesepakatan sementara yang dicapai pada Juni, termasuk soal jadwal pelaksanaannya.

Pasar minyak kini berada di antara dua tekanan yang berlawanan. Prospek permintaan global yang melemah bersama lonjakan stok AS menekan harga ke bawah, sementara gangguan pasokan akibat konflik di Timur Tengah membatasi penurunan lebih dalam.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC+), International Energy Agency (IEA), Administrasi Informasi Energi (EIA), harga minyak dunia hari ini, West Texas Intermediate (WTI), dan Brent Crude dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.