Periskop.id - Harga minyak dunia menguat tipis pada Jumat (3/7) seiring meningkatnya harapan pasar terhadap keberlangsungan proses perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran. Penguatan berlangsung terbatas karena pelaku pasar masih bersikap waspada menjelang libur Hari Kemerdekaan AS.
Berdasarkan data yang dilaporkan Reuters, minyak mentah Brent menguat 17 sen atau 0,24% menjadi US$72,10 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turut menguat 14 sen atau 0,20% ke posisi US$68,83 per barel.
"Ini adalah optimisme yang tetap berhati-hati. Pasar ingin percaya bahwa upaya perdamaian akan bertahan, tetapi masih mengantisipasi berbagai kemungkinan hingga melihat bukti nyata di lapangan," ujar Analis Kepala Pasar KCM Trade Tim Waterer, dikutip Reuters, Jumat (3/7).
Waterer menegaskan, keyakinan pasar belum sepenuhnya terkonsolidasi meski sentimen positif dari pembicaraan damai AS-Iran mulai dirasakan. Pelaku pasar masih menahan diri untuk bertaruh lebih jauh sebelum ada konfirmasi konkret dari lapangan.
Pasar keuangan AS beroperasi dengan aktivitas terbatas pada hari itu karena tutup lebih awal menjelang peringatan kemerdekaan pada Sabtu (5/7). Kondisi ini turut mempersempit ruang gerak perdagangan komoditas energi.
Secara mingguan, pergerakan kedua kontrak acuan tersebut juga relatif stagnan. Brent tercatat terkoreksi tipis 0,02% sepanjang pekan, sementara WTI hanya naik 0,12%, menjadi pergerakan mingguan paling kecil dalam beberapa bulan terakhir.
Pada sesi perdagangan sebelumnya, kedua kontrak sempat menyentuh level terendah sejak sebelum konflik AS-Israel melawan Iran pecah pada akhir Februari lalu. Pemulihan bertahap mulai terjadi seiring kembali dibukanya Selat Hormuz.
Selat Hormuz sebelum konflik menjadi jalur vital yang mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia. Pembukaannya kembali mendorong sejumlah negara produsen untuk segera menggenjot ekspor.
Kuwait menjadi salah satu yang paling agresif merespons. Reuters melaporkan produksi minyak negara anggota OPEC itu melonjak menjadi 1,65 juta barel per hari pada Juni, dari hanya 580 ribu barel per hari pada Mei, menyusul kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran.
Dari Arab Saudi, sedikitnya lima kapal tanker raksasa yang membawa sekitar 10 juta barel minyak dilaporkan telah berhasil keluar dari Selat Hormuz. Saudi Aramco pun disebut mulai menerapkan sistem harga spot guna mempercepat penjualan ke pasar Asia.
Tinggalkan Komentar
Komentar