iklan periskop
Kota

Buntut Kebakaran Terra Drone, Pemprov DKI Diminta Perketat Izin Tempat Usaha Berisiko

Petugas kepolisian memasang garis polisi setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Ruko Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (11/12/2025). ANTARA/Khaerul Izan...

7 bulan yang lalu · 2 mnt baca
RS Polri Ungkap Sebab Kematian Puluhan Orang di Kebakaran Ruko Jakpus
Anggota Puslabfor Polri melakukan pemeriksaan di gedung Terra Drone yang terbakar di jalan Letjen Soeprapto, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025). Kebakaran gedung perusahaan penyedia pesawat nirawak untuk industri tersebut mengakibatkan 22 korban meninggal. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI agar memperketat perizinan, terutama terkait tempat izin usaha yang mengandung risiko.

"Kita harus ketat dalam mengecek pengajuan izin usaha. Harus disurvei betul syarat kelayakan tempat usaha, dari mulai jalur evakuasi, APAR, limbah, amdal dan lainnya," kata Yuke di Jakarta, Jumat (11/12), menanggapi kebakaran Ruko Terra Drone di Jakarta Pusat yang menewaskan 22 orang pada Selasa (9/12).

Menurut dia, persyaratan keselamatan dan keamanan harus menjadi perhatian, baik untuk masyarakat, pelaku usaha maupun pemilik bangunan. Dia menilai tempat usaha yang memiliki risiko perlu memperhatikan jalur evakuasi, peralatan keselamatan, serta aspek keadaan darurat lainnya.

"Harus diperhatikan aspek keselamatan dan juga risiko, misalnya di lokasi yang ada mesin, supaya terdapat sirkulasi udara dan pengecekan dilakukan berkala," ujar Yuke.

Selain itu, kata dia, pelatihan keadaan darurat bagi karyawan atau penghuni bangunan juga perlu dilakukan karena kecelakaan kerja dapat terjadi sewaktu-waktu.

Dia pun menekankan pelatihan simulasi kebakaran, gempa dan lainnya perlu diikuti oleh seluruh penghuni gedung sehingga dapat mengetahui jalur evakuasi.

"Ini yang mutlak dan wajib, terkadang sering diabaikan, namun seringkali karena tidak paham dan panik pada saat kejadian kebakaran, dapat menyebabkan korban jiwa," tutur Yuke.

Fasilitas Evakuasi

Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin juga meminta agar fasilitas evakuasi kedaruratan gedung di Ibu Kota perlu segera dicek dan dibenahi, menyusul kebakaran di Ruko Terra Drone Jakarta Pusat yang menewaskan 22 orang pada Selasa (9/12).

"Kami mengingatkan kembali kepada seluruh pelaku usaha untuk cek fasilitas keselamatan, jalur evakuasi dan perlengkapan penyelamatan adalah hal yang sangat fundamental," kata Khoirudin di Jakarta, Rabu.

Khoirudin juga menyoroti pentingnya keselamatan bangunan di Jakarta karena minimnya fasilitas evakuasi bisa menjadi persoalan serius yang perlu segera dibenahi. Ia berkomitmen akan melakukan pengawasan dan perbaikan sistem keselamatan gedung di Jakarta secara menyeluruh, dengan meminta dinas terkait menjamin gedung di Jakarta semua terdapat fasilitas evakuasi.

"Keamanan warga adalah tanggung jawab kita. Karena ini bukan sekadar aturan, tetapi menyangkut nyawa manusia," ujarnya.

Sementara itu, Polres Metro Jakarta Pusat telah menetapkan satu tersangka dalam kebakaran rumah toko (ruko) Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat, yang menewaskan 22 orang. Akan tetapi, kepolisian tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain.

Dia mengungkapkan, sebanyak 13 orang telah dimintai keterangan sebagai saksi, baik dari karyawan, manajemen, maupun warga di sekitar lokasi kejadian. 

"Pemeriksaan untuk orang yang lain atau karyawan yang lain masih tetap dilaksanakan. Tidak menutup kemungkinan ada tersangka lainnya," kata Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra, Kamis (11/12).

 

Baca berita dan informasi lainnya mengenai pemprov DKi jakarta, DPRD DKI Jakarta, kebakaran ruko, Terra Drone, kebakaran terra drone, dan fasilitas evakuasi dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.