Kota

Studi Banding ke Kopenhagen, Wagub DKI Gali Strategi Tata Kota Berkelanjutan

Pemprov DKI Jakarta mempercepat transformasi kota hijau dan ramah warga lewat kunjungan kerja Wagub Rano Karno ke Kopenhagen, Denmark.

3 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno bersama Mayor of Employment, Integration, and Business Kopenhagen, Andreas Kiel. (Dok. Pemprov DKI)
Ukuran teks
Sedang

periskop.id – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menjelaskan Pemprov DKI tengah mempercepat transformasi Jakarta menjadi kota global yang nyaman, hijau, dan ramah warga melalui studi banding tata kota ke Kopenhagen, Denmark.

 

"Jakarta sedang memperkuat transformasi menuju kota global yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga nyaman dihuni dan tetap memiliki identitas kuat yang berpihak pada kualitas hidup masyarakat,” ujar Wagub Rano saat mengunjungi Pemerintah Kota Kopenhagen, Denmark, Senin (18/5).

 

Kunjungan kerja ini bertujuan mendalami strategi Kopenhagen sebagai salah satu kota paling layak huni (livable) di dunia. Fokus utama terletak pada kualitas ruang publik, transportasi, serta tata kota berorientasi kenyamanan masyarakat.

 

Pertemuan bilateral tersebut berlangsung produktif dalam tiga sesi diskusi utama. Pemprov DKI mendalami pengelolaan kerja sama internasional hingga optimalisasi pendapatan daerah.

 

Sesi pertama berfokus pada penguatan hubungan antarkota lewat jejaring global C40 Cities. Jakarta dan Kopenhagen aktif mendorong isu perubahan iklim sejak menjadi anggota tahun 2006.

 

Kedua kota memegang posisi strategis di C40 Cities saat ini. Lord Mayor Kopenhagen menjabat Vice Chair Eropa, sedangkan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebagai Vice Chair kawasan ESEAO.

 

Sesi kedua membedah strategi Kopenhagen membangun ruang publik nyaman dan jalur sepeda. Konsep sustainability dan go green menjadi motor penggerak pembangunan kawasan tepi air bersih di sana.

 

Pemerintah Kopenhagen mengingatkan setiap kota memiliki karakter unik yang berbeda. Konsep layak huni harus disesuaikan kebutuhan warga, termasuk penyediaan ruang teduh di Jakarta selaku kota tropis.

 

Sesi ketiga menghadirkan diskusi antara Wagub Rano dengan Mayor of Employment, Integration, and Business Kopenhagen, Andreas Kiel. Dialog membahas ekonomi perkotaan, pariwisata, dan peningkatan kualitas hidup.

 

"Kopenhagen percaya kota yang baik bukan hanya soal pembangunan, tetapi bagaimana kota dapat menghadirkan kualitas hidup dan masa depan yang berkelanjutan bagi seluruh warga. Jakarta memiliki semangat besar sebagai kota global yang inspiratif,” ungkap Andreas Kiel.

 

Pengalaman Kopenhagen menginspirasi Jakarta dalam mengelola kawasan bersejarah tanpa mengikis identitas aslinya. Pemprov DKI kini mulai serius mengembangkan kawasan Kota Tua lewat tim khusus.

 

Tim revitalisasi ini dibentuk berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 1153 Tahun 2025. Wagub Rano Karno memimpin langsung proyek penataan cagar budaya tersebut selaku ketua tim.

 

Proses transformasi menggandeng pemerintah pusat, pelaku usaha, komunitas, hingga sektor swasta. Sinergi ini bertujuan menghadirkan kawasan bersejarah yang lebih hidup serta inklusif bagi semua kalangan.

 

Baca berita dan informasi lainnya mengenai DKI Jakarta, rano karno, dan pemprov DKi jakarta dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.